HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Keluar Lewat Jendela dan Lompat Ke Sungai, Ini Pengakuan Polisi Saat Penyerangan Polsek Daha Selatan

Rabu, 3 Juni 2020 | 19:59 WIB

HULU SUNGAI SELATAN, KOMPAS.TV - Kepada Jurnalis Kompas TV, Bripda Azmi, Satu dari dua anggota polisi yang selamat dari penyerangan seorang pria di mapolsek Daha Selatan menceritakan kesaksian selamat yang telah dialaminya pada senin malam lalu (1/6/2020).

Menurutnya, Kejadian tersebut bermula saat Ia mendengar suara keributan di ruang sentra pelayanan terpadu polsek Daha Selatan pada sekitar pukul dua dini hari.

Bripda Azmi yang saat itu sedang berada di ruang reskrim langsung keluar untuk memastikan apa yang sedang terjadi.

Saat keluar, ia mendapati Brigadir Leo telah menderita luka bacok.

Bripda azmi pun sontak kaget saat meliat kejadian tersebut dan lari untuk meminta bantuan pada Brigadir Djoman Sahat.

Namun  saat pelaku  melihat keduanya,  pelaku langsung mengejar   dengan menggunakan senjata tajam jenis katana yang akrab digunakan samurai jepang.

Menghindari pelaku yang akan menyerang  Bripda Azmi menyelamatkan diri dengan lari  dan keluar lewat jendela belakang yang langsung berhadapan dengan sungai dan menceburkan diri.

“Saya menyelamatkan diri dan meminta bantuan”, Ujar Bripda Aziz yang baru sebulan dipindahkan tugas ke polsek daha selatan tersebut.

“Setelah saya menepi saya lihat mobil terbakar, saya kira ada amukan massa jadi saya minta bantuan”, Tambahnya.

Sementara Brigadir Djoman Sahat menghindar ke  dalam ruangan intel, mengunci pintu dari dalam  dan menghubungi kepolisian resort kandangan  untuk meminta bantuan.

Peristiwa tersebut membuat Bripda Aziz prihatin karena rekannya gugur diserang oleh pelaku yang  kemudian diberi tindakan tegas.

Pelaku terpaksa   dilumpuhkan oleh anggota polres kandangan dengan tembakan karena tak kunjung menyerah pada polisi.

Editor : KompasTV Banjarmasin



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
20:21
JAWA TIMUR JADI PROVINSI DENGAN JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DAN MENINGGAL TERBANYAK DI INDONESIA   WNI YANG TERKENA KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.140 ORANG: 752 SEMBUH, 77 MENINGGAL DUNIA, 311 DALAM PERAWATAN    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 3.700 POSITIF, 1.718 SEMBUH, 178 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 4.738 POSITIF, 1.567 SEMBUH, 215 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 5.974 POSITIF, 2.197 SEMBUH, 200 MENINGGAL DUNIA    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 12.667 POSITIF, 8.036 SEMBUH, 649 MENINGGAL DUNIA    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 14.321 POSITIF, 4.996 SEMBUH, 1.053 MENINGGAL DUNIA   PEMERINTAH: DANA BANTUAN YANG MASUK UNTUK PENANGANAN KORONA SEBESAR RP 237 MILIAR   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 456 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 66.226 POSITIF, 30.785 SEMBUH, 3.309 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 946.054 SPESIMEN   PEMERINTAH: PEMERIKSAAN SPESIMEN KORONA DENGAN METODE PCR SUDAH BISA DILAKUKAN DI 144 LABORATORIUM   HINGGA 7 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH ODP KORONA 38.702 ORANG DAN JUMLAH PDP KORONA 13.471 ORANG