HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Ini Dia 2 Tersangka Baru Kasus Susur Sungai Sempor

Selasa, 25 Februari 2020 | 13:50 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi menetapkan dua orang tersangka baru dalam kasus susur Sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa SMP Negeri 1 Turi,  Sleman.

Dengan demikian, jumlah tersangka menjadi 3 orang dan langsung dilakukan penahanan.

Baca Juga: Susur Sungai Sempor Berujung Petaka, Pembina Pramuka Ditetapkan jadi Tersangka

Dua tersangka baru berinisial DDS dan R.

DDS adalah pembina pramuka yang tidak ikut turun ke sungai, tetapi hanya menunggu di tempat finish.

Sementara itu, R adalah ketua gugus depan di SMPN 1 Turi yang hanya menunggu di sekolah.

Keduanya dianggap lalai karena sebagai pembina yang telah memiliki sertifikat MKD Pramuka tidak memahami keamanan kegiatan Pramuka.

Keduanya juga langsung ditahan di Mapolres Sleman bersama tersangka pertama, IYA.

Hingga kini, polisi telah memeriksa 22 orang saksi, yakni pembina, warga, Kwarcab Pramuka Sleman, siswa, orangtua siswa, serta kepala sekolah.

Tersangka disangkakan Pasal 359 atau 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan luka-luka.

Baca Juga: Sempat Diperingatkan Warga Tak Susur Sungai, Pembina Bilang "Kalau Mati di Tangan Tuhan"

Tersangka ditahan polisi untuk mempermudah proses penyidikan. Polisi lanjut memeriksa sejumlah saksi.

Sementara itu, Bupati Sleman meminta semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap guru olahraga yang ditetapkan sebagai tersangka tragedi kegiatan susur Sungai Sempor.

Sang bupati juga mempersilakan jika ada masyarakat yang hendak menuntut pihak SMP 1 Turi sebagai pihak paling bertanggung jawab dalam tragedi itu.

Baca Juga: Hanya 4 Pembina Dampingi Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai, Pencetusnya Malah Tak Ikut

 

Penulis : Fransiska Wijayanti



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
01:14
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   DINAS PARIWISATA NTB: 4.000 KARYAWAN HOTEL DAN RESTORAN DIRUMAHKAN KARENA SEPI PENGUNJUNG AKIBAT KORONA   DISBUDPAR JAWA BARAT: 575 HOTEL DI JABAR TUTUP SEMENTARA, 25.000 KARYAWAN DIRUMAHKAN AKIBAT KORONA   ISTRI DARI CAMAT BEKASI UTARA LUKMAN NULHAKIM BESERTA SOPIRNYA POSITIF TERINFEKSI KORONA   UNTUK BULAN APRIL, PESERTA PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) AKAN MENDAPAT BANTUAN DUA KALI LIPAT   KEMENKEU: JANGAN SAMPAI PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) GUNAKAN UANGNYA UNTUK BAYAR CICILAN   PEMERINTAH AKAN MENGGELONTORKAN RP 75 TRILIUN UNTUK PENANGANAN KORONA   DUA KOMISIONER OMBUDSMAN YANG DIRAWAT DI RS BRIMOB KELAPA DUA DEPOK DINYATAKAN SEMBUH DARI KORONA   SRI SULTAN HB X MENILAI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BELUM CUKUP SYARAT UNTUK AJUKAN PSBB   PEMKOT TANGERANG AJUKAN STATUS PSBB KE PEMPROV BANTEN   PEMERINTAH: JANGAN MELAKUKAN PERJALANAN KE MANA PUN DI TENGAH PANDEMI KORONA   PEMERINTAH: CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN DENGAN AIR MENGALIR UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN KORONA   PEMERINTAH: FAKTOR PEMBAWA PENYEBARAN KORONA ADALAH MANUSIA