Kompas TV klik360 cerita indonesia

Permintaan Maaf Ridwan Saidi Soal Kerajaan Galuh Karena Kutip Kamus Armenia

Jumat, 14 Februari 2020 | 21:12 WIB
Ridwan Saidi ketika diwawancarai KompasTV di kediamannya pada Jumat (14/2/2020) (Sumber: KOMPASTV/ VENY/ RIKI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Budayawan Betawi Ridwan Saidi mengklarifikasi ucapannya terkait dengan Kerajaan Galuh yang membuat warga Ciamis kecewa. Ridwan meminta maaf karena telah mengutip kamus Armenia untuk mendefinisikan arti kata galuh.

Ditemui di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Ridwan menjelaskan maksud perkataannya. Tokoh Betawi ini menyatakan dirinya hanya berusaha merekonstruksi sejarah dan bukannya mencari sensasi sejarah. Ia pun meminta maaf karena telah mengutip kamus Armenia dari abad sembilan untuk menjelaskan arti kata galuh.

Baca Juga: Budayawan Ridwan Saidi Jawab Protes Warga Ciamis Soal Arti Galuh

"Saya berusaha merekonstruksi sejarah untuk generasi muda demi menyongsong masa depan Indonesia kalau misalnya yang saya katakan tidak berkenan terutama dalam konteks ini masyarakat Ciamis tidak berkenan dengan kerajaan Galuh saya minta maaf yang sebesar-besarnya saya tidak mencari sensasi sejarah saya merekonstruksi sejarah kalau ada yang saya kutip tentang arti Galuh dari kamus Armenia kamusnya itu nggak bisa saya ubah saya minta maaf karena telah mengutip itu," ujar Ridwan Saidi.

Terkait tuntutan masyarakat Ciamis, Ridwan Saidi mengaku sudah berkomunikasi dengan budayawan Ciamis dan siap bertemu untuk menjelaskan kesalahpahaman ini.

"Oh iya saya akan datang udah ada kontak kok saya dengan mereka saya akan datang tergantung diundangnya kapan masa nggak hujan nggak angin saya tiba-tiba ke sana tapi ada itikad untuk datang ada masa nggak ada disuruh datang diminta datang saya akan penuhi apa yang akan disampaikan tergantung pertanyaan dan kesalahpahaman yang di mana," kata Ridwan Saidi.

Penulis : Sadryna Evanalia

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:02
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19