Kompas TV regional berita daerah

Maraknya Kerajaan Fiktif, Ini Kata Sandiaga Uno

Minggu, 19 Januari 2020 | 14:25 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS TV – Sandiaga Salahuddin Uno atau lebih akrab disapa Sandiaga Uno berpendapat bahwa maraknya kerajaan fiktif, seperti Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, yang viral sejak beberapa waktu terakhir adalah karena faktor ketimpangan ekonomi masyarakat di Indonesia.

Di samping itu juga karena masyarakat yang ingin kaya dengan cara instan.

Baca Juga: Heboh Keraton Agung Sejagat-Sunda Empire, Pengamat: Bisa Disebabkan Kecewa dengan Pemerintah

Hal itu Sandiaga Uno sampaikan saat menghadiri Pekan Ngaji 5 di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Politisi Gerindra ini juga menyatakan merebaknya kerajaan fiktif yang terindikasi hanya kedok untuk melakukan penipuan karena adanya kesalahan informasi yang diterima oleh masyarakat

Sandiaga Uno menambahkan munculnya kerajaan fiktif bukan hal yang baru.

Sejak kecil, Sandiaga Uno mengaku sudah sering mendengar adanya kerajaan-kerajaan fiktif.

Baca Juga: Tipu Muslihat Kerajaan Fiktif, Ini Solusi Menghindarinya

Desakan ekonomi membuat masyarakat berpikir tidak logis ke depan.

Masyarakat harus membangun cara berpikir dan mental sebagai pekerja keras sehingga tidak mudah diimingi dengan janji-janji yang tidak masuk akal.

Pemerintah juga berupaya untuk mengurangi ketimpangan ekonomi yang terjadi di masyarakat
 

Editor : Haris Mahardiansyah



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:12
SEKDA PEMPROV BALI INGATKAN KEGIATAN ADAT DILAKSANAKAN DENGAN JUMLAH TERBATAS   BAWASLU JABAR SEBUT POTENSI KETERLIBATAN ASN BERPOLITIK PRAKTIS CUKUP TINGGI PADA PILKADA 2020   MENKO PMK SEBUT PEMERINTAH TERUS CARI CARA CEGAH KEMATIAN DOKTER AKIBAT COVID-19   KETUA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO: DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN SAAT PANDEMI COVID-19 HARGA MATI   TEKAN JUMLAH KEMATIAN AKIBAT COVID-19, DINKES NUSA TENGGARA BARAT "SCREENING" LANSIA   KASUS COVID-19 BERTAMBAH, PEMKAB BENER MERIAH TUTUP 17 SEKOLAH   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO: TNI AKAN KERAHKAN SELURUH ANGKATAN UNTUK ATASI PANDEMI COVID-19   SATPOL PP BOGOR SEGEL 10 VILA KARENA NEKAT SEWAKAN "HOME STAY" DI MASA PSBB PRA-ADAPTASI KEBIASAAN BARU   12 TENAGA MEDIS POSITIF COVID-19, RSUD JAMBI TUTUP SEMENTARA LAYANAN ICU HINGGA RADIOLOGI SELAMA 3 HARI   KEMENPERIN RUMUSKAN SNI MASKER KAIN UNTUK LINDUNGI KONSUMEN SECARA OPTIMAL DARI COVID-19   MENKO PMK MINTA PARA DOKTER YANG TANGANI PASIEN COVID-19 UTAMAKAN KESELAMATAN PRIBADI   BPOM TEMUKAN 50.000 TAUTAN IKLAN PENJUAL PRODUK MAKANAN DAN OBAT ILEGAL SELAMA PANDEMI KORONA   KPU KABUPATEN BANDUNG DORONG KAMPANYE SECARA DARING   BALAI BESAR TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU: JALUR PENDAKIAN GUNUNG SEMERU DIBUKA 1 OKTOBER 2020