HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Heboh Keraton Agung Sejagat-Sunda Empire, Pengamat: Bisa Disebabkan Kecewa dengan Pemerintah

Minggu, 19 Januari 2020 | 09:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kemunculan Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire menjadi perhatian publik.

Banyak yang merasa heran mengapa ada masyarakat yang percaya terhadap konsep kerjaan buatan tersebut.

Pengamat Sosial Devie Rahmawati mengungkapkan sebuah hasil penelitian, bahwa munculnya fenomena orang yang percaya terhadap hal-hal fiktif tidak hanya terjadi di Indonesia.

Studi dilakukan di 9 negara pada 2012, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Hasilnya, masyarakat di 9 negara tersebut sangat percaya terhadap hal-hal yang tidak nyata.

"Kalau di kita munculnya dengan simbol kerajaan, mereka juga percaya misalnya bahwa dunia ini sebenarnya bukan diatur oleh pemerintah mereka tapi diatur oleh komplotan rahasia yang mereka sendiri tidak bisa menjelaskan," ungkap Devie.

Baca Juga: Fakta Kejanggalan di Keraton Abal-abal Agung Sejagat

Menurut Devie munculnya fenomena seperti ini bisa disebabkan oleh kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Ternyata ini ada kaitannya dengan kekecewaan terhadap pemerintah atau otoritas tertinggi di negara tersebut," lanjut Devie.

Devie menambahkan kemunculan fenomena ini hingga kepercayaan masyarakat terhadap cerita fiktif tersebut tidak ada kaitannya dengan tingkat pendidikan.

"Benang merahnya pertama, ini terjadi pada siapa pun, tidak mengenal latar pendidikannya, tidak mengenal suku, agama, dan ras nya, ini menjadi bagian dari kemanusiaan itu sendiri," ujar Devie.

#AgungSejagat #SundaEmpire #Keratonbaru

Penulis : Laura Elvina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
08:51
MENTERI BUMN ERICK THOHIR SEBUT SERAPAN ANGGARAN BUMN MENCAPAI 97,2 PERSEN   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM SEBUT KEMENTERIANNYA MENGALOKASIKAN ANGGARAN RP 104 MILIAR UNTUK TANGGULANGI BENCANA   ASEAN SEPAKAT MENDUKUNG TIONGKOK UNTUK PERANGI WABAH VIRUS KORONA   GUBERNUR NTB MENILAI ANGKA KEMISKINAN TIDAK BISA TURUN TANPA INDUSTRIALISASI   BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 5,5 MENGGUNCANG MALUKU TENGGARA BARAT, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KEMENDAGRI: PEMERINTAH AKAN SALURKAN DANA DESA RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   POLRI SEBUT WACANA POLSEK TAK LAKUKAN PENYIDIKAN DAN PENYELIDIKAN BUTUH WAKTU DAN PERENCANAAN ANGGARAN YANG MATANG   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT NILAI RUU KETAHANAN KELUARGA TERLALU MENGINTERVENSI KELUARGA   KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN LAKUKAN TRANSFORMASI DIGITAL LAYANAN PENDIDIKAN   BKPM MINTA PRESIDEN LINDUNGI KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DI DAERAH   JADI CAWAGUB DKI JAKARTA, RIZA PATRIA SIAPKAN SURAT PENGUNDURAN DIRI SEBAGAI ANGGOTA DPR   WAKIL KETUA DPR SUFMI DASCO SEBUT BANYAK KEPENTINGAN BERTABRAKAN DI RUU CIPTA KERJA   PARTAI NASDEM DUKUNG MENANTU PRESIDEN JOKOWI, BOBBY AFIF NASUTION, DI PILKADA MEDAN 2020   KLHK AWASI PEMBANGUNAN TEROWONGAN GAJAH DI PROYEK TOL TRANS-SUMATERA SEKSI PEKANBARU-DUMAI