HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Cari Penyebab Kecelakaan Bus di Subang, Polisi Lakukan Olah TKP

Minggu, 19 Januari 2020 | 07:25 WIB

SUBANG, KOMPAS.TV - Sabtu (18/1) malam, pihak Kepolisian Resor Subang Jawa Barat dibantu oleh petugas Ditlantas Polda Jawa Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan maut Bus Purnama Sari di Kampung Gandok, Ciater, Subang Jawa Barat.

Olah TKP pertama ini dilakukan untuk memastikan apa penyebab pastinya kecelakaan tersebut bisa terjadi dengan menggunakan sejumlah alat. 

Baca Juga: Kecelakaan Bus Rombongan Pengajian di Subang, 8 Tewas

Polisi mencari tahu sejumlah fakta, seperti titik pertama bus ini mengalami oleng lalu terguling, serta mengecek kelayakan bus, termasuk untuk dugaan sementara, kecelakaan disebabkan oleh kelalaian manusia, kerusakan kendaraan ataupun ketidaklayakan kendaraan.

Akibat kecelakaan bus ini, 8 orang meninggal dunia, 10 luka berat, 20 luka ringan. Korban disebar di beberapa Rumah Sakit di Subang untuk mendapatkan penanganan langsung. 

Bus Purnama Sari membawa 58 penumpang dari Depok usai berwisata di Tangkuban Perahu, Bandung. 

Bus terguling saat melewati turunan di Kampung Nagrog, Ciater, Subang, Jawa Barat.

 

Penulis : Dea Davina



BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Harus Perhatikan Habitat Orang Utan

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:59 WIB
Berita Daerah

Polisi Tembak Mati Bandar Sabu

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:54 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:10
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA MINTA PEMERINTAH TARIK DAN PERBAIKI RUU “OMNIBUS LAW” SEBELUM DIAJUKAN KE PARLEMEN.    BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 4,9 MENGGUNCANG TASIKMALAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KORBAN MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA DI TIONGKOK HINGGA 21 FEBRUARI 2020 MENCAPAI 2.233 ORANG   AUSTRALIA SEBUT DUA WARGANYA YANG DIEVAKUASI DARI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   WAKIL KETUA KOMISI VII DPR ACE HASAN SYADZILY MINTA MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY TIDAK IKUT CAMPUR SOAL JODOH   KEJAGUNG GANDENG DITJEN PAJAK, KEMENKEU, DAN PPATK TELUSURI ASET TERSANGKA KASUS JIWASRAYA   PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA MENDESAK GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN BATALKAN FORMULA E DI MONAS   KLHK BANTAH RUU "OMNIBUS LAW" MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN DAN PRO-PEBISNIS BESAR   KEJAGUNG SEBUT BERKAS 5 TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT JIWASRAYA SUDAH 85 PERSEN RAMPUNG   PBNU MENILAI USULAN MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SOAL FATWA SI KAYA NIKAHI SI MISKIN TIDAK TEPAT    KEMENDAGRI SEBUT PEMERINTAH AKAN MENYALURKAN DANA DESA SEBESAR RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BAHASA INDONESIA JADI BAHASA PENGANTAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT RUU KETAHANAN KELUARGA MENGABAIKAN HAM   KPK: KASUS-KASUS BESAR TIDAK TERMASUK YANG DIHENTIKAN PENYELIDIKANNYA