HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Kecelakaan Bus Rombongan Pengajian di Subang, 8 Tewas

Minggu, 19 Januari 2020 | 07:14 WIB
Laka Bus di Jalan Jalan Sari Ater, Subang Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020) (Sumber: KOMPAS TV/ GUS MUHAMMAD AR)

SUBANG, KOMPAS.TV - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Sari Ater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020). Kali ini bus pariwisata rombongan jemaah pengajian asal Depok yang hendak pulang wisata dari Tangkuban Perahu. Bus terguling tepatnya di Jalan Babakan Nagro, Desa Palasari Ciater, Sabtu (18/1/2020) petang. Akibat insiden ini 8 orang penumpang meninggal dunia dan puluhan luka berat dan ringan.

"Sampai dengan saat ini korban meninggal itu ada 8 orang, mudah-mudahan tidak bertambah karena masih ada yang luka berat dan semacamnya," ujar Wakapolres Subang Kompol Ahmad Faisal Pasaribu, di lokasi kejadian, Sabtu (18/1/2020).

Bus pariwisata PO Purnama Sari dengan nomor polisi E 7508 W yang membawa rombongan jemaah pengajian asal depok jawa barat ini kondisi bagian depannya rusak parah. kondisi ini terjadi setelah terguling disaat melintasi belokan Jalan Babakan Nagro Ciater Subang.

Baca Juga: Kecelakaan Truk & Mobil di Tol Cipali, 6 Orang Tewas

Kecelakaan ini juga mengakibatkan delapan penumpang bus pariwisata meninggal dunia di lokasi kejadian, dan puluhan luka berat dan ringan. semua korban dievakuasi ke puskesmas jalan Cagak dan beberapa rumah sakit yang ada di subang untuk mendapatkan pertolongan. Rata-rata korban mengalami luka di tangan dan kaki akibat membentur dinding bus.

Sementara kecelakaan ini berawal dari jemaah pengajian akan pulang ke Depok setelah berwisata di Alam Gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam perjalanan, bus yang mereka tumpangi oleng dan terbalik.

Hingga kini semua korban luka-luka masih dalam perawatan di rumah sakit belum dijemput keluarganya. Kasus kecelakaan ini ditangani petugas laka Satlantas Polres Subang.

Penulis : Laura Elvina




BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
10:40
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA MINTA PEMERINTAH TARIK DAN PERBAIKI RUU “OMNIBUS LAW” SEBELUM DIAJUKAN KE PARLEMEN    BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 4,9 MENGGUNCANG TASIKMALAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KORBAN MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA DI TIONGKOK HINGGA 21 FEBRUARI 2020 MENCAPAI 2.233 ORANG   AUSTRALIA SEBUT DUA WARGANYA YANG DIEVAKUASI DARI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   WAKIL KETUA KOMISI VII DPR ACE HASAN SYADZILY MINTA MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY TIDAK IKUT CAMPUR SOAL JODOH   KEJAGUNG GANDENG DITJEN PAJAK, KEMENKEU, DAN PPATK TELUSURI ASET TERSANGKA KASUS JIWASRAYA   PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA MENDESAK GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN BATALKAN FORMULA E DI MONAS   KLHK BANTAH RUU "OMNIBUS LAW" MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN DAN PRO-PEBISNIS BESAR   KEJAGUNG SEBUT BERKAS 5 TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT JIWASRAYA SUDAH 85 PERSEN RAMPUNG   PBNU MENILAI USULAN MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SOAL FATWA SI KAYA NIKAHI SI MISKIN TIDAK TEPAT    KEMENDAGRI SEBUT PEMERINTAH AKAN MENYALURKAN DANA DESA SEBESAR RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BAHASA INDONESIA JADI BAHASA PENGANTAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT RUU KETAHANAN KELUARGA MENGABAIKAN HAM   KPK: KASUS-KASUS BESAR TIDAK TERMASUK YANG DIHENTIKAN PENYELIDIKANNYA