HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

Mendikbud Nadiem Makarim Ganti UN, Anggota DPR: Bisa Jadi Sumber Masalah Baru

Jumat, 13 Desember 2019 | 21:41 WIB

Presiden Joko Widodo mendukung gebrakan Mendikbud Nadiem Makarim yang mengubah versi lama ujian nasional dan diganti dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter yang akan mengukur kemampuan nalar siswa. Menurut Jokowi, UN model baru ini bisa dijadikan bahan evaluasi terhadap pendidikan di Indonesia. Sementara Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan Ujian Nasional tidak dihapus. Kata Nadiem yang dihapus hanyalah format ujian per mata pelajaran.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif meminta rencana Mendikbud untuk mengubah format UN tidak diputuskan secara tergesa-gesa. Ia khawatir jika UN diganti formatnya bisa membuat para siswa tidak sungguh-sungguh dalam belajar. Kritikan juga datang dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK berpesan agar kebijakan ini jangan sampai melemahkan kemampuan siswa.

Baca Juga: FULL : Penjelasan Nadiem Soal UN Dihapus Serta Terobosan Lain

Mendikbud Nadiem Makarim menetapkan 4 program pokok kebijakan pendidikan merdeka belajar. Program itu meliputi perubahan pada ujian sekolah berstandar nasional, ujian nasional, rencana pelaksanaan pembelajaran dan peraturan penerimaan peserta didik baru.

Mengacu pada hasil survei PISA dan TIMSS harus diakui kemampuan siswa Indonesia masih jauh dari harapan. Hal inilah yang membuat Mendikbud Nadiem Makarim mengubah Ujian Nasional menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Keinginan Mendikbud menghentikan UN semakin diperkuat juga dari hasil survei internal yang menyatakan ujian nasional menimbulkan beban stres pada siswa guru maupun orang tua karena materi UN yang terlalu padat. Sehingga fokus siswa cenderung menghafal materi dan bukan pada kompetensi belajar.

Baca Juga: Nadiem: Dunia Tidak Butuh Anak yang Jago Hafal

Lalu bagaimana Kemendikbud mengimplementasikan pola ujian yang baru ke seluruh sekolah di tanah air? Dan seberapa ampuh gebrakan merdeka belajar mendongkrak kualitas siswa Indonesia? Kita bahas bersama Kabiro Humas Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana dan anggota Komisi X DPR F-Gerindra Sudewo.

#UN #USBN #NadiemMakarim

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
12:58
PETENIS NICK KYRGIOS DIDENDA SEKITAR RP 40 JUTA KARENA BANTING RAKET SAAT KALAH DARI RAFAEL NADAL DI AUSTRALIAN OPEN   NATIONAL SAFETY BOARD MULAI SELIDIKI PENYEBAB KECELAKAAN HELIKOPTER YANG TEWASKAN LEGENDA NBA, KOBE BRYANT   CHRISTIAN ERIKSEN RESMI BERGABUNG DENGAN INTER MILAN PADA BURSA TRANSFER MUSIM DINGIN JANUARI 2020   PERSIB BANDUNG RESMI MENDATANGKAN PEMAIN ASAL BELANDA, GEOFFREY CASTILLION   PENJAGA GAWANG PS TIRA PERSIKABO ANGGA SAPUTRA RESMI BERGABUNG PERSEBAYA SURABAYA PADA BURSA TRANSFER LIGA 1 2020   RAPIM TNI 2020 DIAGENDAKAN UNTUK BAHAS PROSEDUR DAN MEKANISME KERJA TIGA BADAN PELAKSANA PUSAT BARU TNI   HARI INI, PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO MEMBUKA RAPIM 2020 DI MABES TNI, CILANGKAP, JAKARTA TIMUR   KETUA BAWASLU ABHAN SEBUT DINASTI POLITIK JADI SALAH SATU INDIKATOR DALAM INDEKS KERAWANAN PILKADA 2020    MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MENILAI TINDAKAN DARURAT BELUM PERLU DILAKUKAN PEMERINTAH TERKAIT VIRUS KORONA    MAHASISWA DAN WARGA NEGARA INDONESIA DI WUHAN, TIONGKOK, BERHARAP SEGERA DIEVAKUASI OLEH PEMERINTAH    TERKAIT WABAH VIRUS KORONA, MENKO PMK MINTA MASYARAKAT HINDARI STEREOTIP TERHADAP KELOMPOK ATAU ETNIS TERTENTU   WAKIL KETUA KOMISI I DPR TEUKU RIEFKY HARSYA MINTA PEMERINTAH SEGERA EVAKUASI 243 WNI YANG TERISOLASI DI TIONGKOK   RSUD RAJA AHMAD TABIB TANJUNG PINANG SIAPKAN 12 RUANG ISOLASI UNTUK PASIEN YANG TERPAPAR VIRUS KORONA   TERKAIT 150 TURIS TIONGKOK KE SUMATERA BARAT, KEMENKES MINTA MASYARAKAT TAK TAKUT BERLEBIHAN