Kompas TV nasional politik

Tak Hanya Jadi Penonton, Kepala Otorita IKN Dorong Masyarakat Lokal Ikut dalam Pembangunan

Rabu, 6 Juli 2022 | 18:14 WIB
tak-hanya-jadi-penonton-kepala-otorita-ikn-dorong-masyarakat-lokal-ikut-dalam-pembangunan
Rencana tata kota Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (Sumber: Dok Kementerian PUPR)
Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Purwanto

JAKARTA, KOMPAS.TV - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong masyarakat yang berada di kawasan Ibu Kota baru untuk ikut dalam pembangunan.

Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono menjelaskan mendorong masyarakat sekitar ibu kota baru ikut dalam pembangunan, pemerintah menggelar berbagai pelatihan.

Pelatihan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara ini dilakukan dengan bekerja sama kementerian/lembaga.

Baca Juga: Instruksi Lengkap Jokowi Minta Polri Kawan IKN, G20 Hingga Pemilu 2024

Berbagai macam program pemberdayaan dalam meningkatkan kemampuan juga telah dirancang dengan tujuan agar seluruh masyarakat di kawasan IKN dapat dilibatkan. 

"Penduduk lokal kami harapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan,” ujar Bambang dalam siaran persnya, Rabu (6/7/2022).

Bambang menambahkan untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja, Otorita IKN juga bekerjasama dengan Universitas Mulawarman dan Universitas Balikpapan dalam membuat social mapping.

Tujuannya mendata kebutuhan warga dan keahlian-keahlian yang dibutuhkan di IKN.

Baca Juga: Tim Otorita IKN Nusantara Gelar Pelatihan untuk Kompetensi Warga di Kalimantan Timur

"Sehingga warga juga memiliki peluang kerja dan kesempatan yang lebih baik," ujar Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, saat ini intensitas pembangunan di wilayah IKN semakin meningkat. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga melakukan perbaikan kondisi lahan hijau di sekitar IKN.

"Saat ini intensitas pembangunan di wilayah IKN juga sudah semakin meningkat. Hal itu ditandai dengan pematangan lahan, pembangunan jalan akses logistik, intake air minum hingga persemaian pohon untuk mengembalikan kejayaan hutan tropis Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Putin Tawarkan Jokowi Kerja Sama untuk IKN dan Pembangkit Nuklir

Pembangunan fisik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan menjadi fokus tahapan pertama pembangunan di IKN.

Area KIPP tersebut memiliki luas sekitar 900 hektare. Di area KIPP akan dibangun Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, beberapa kantor kementerian, lembaga tinggi negara.


Kemudian, akan dibangun pula berbagai plasa seperti Plasa Kebangsaan, fasilitas TNI-Polri, perumahan dan apartemen, fasilitas esensial penunjang lain seperti pendidikan, kesehatan, kebutuhan sehari-hari.

Luasan IKN Nusantara sekitar 56 ribu hektar dengan total luas pengembangannya 4 kali lebih besar dari Jakarta. 

Baca Juga: Siap-siap, BKN Mulai Siapkan Proses Perpindahan 60 Ribu ASN ke IKN Nusantara

IKN yang baru ini, sambung Bambang, akan berupa hutan tropis atau hanya 25 persen dari total yang dibangun. 

Hutan tropis akan berfungsi sebagai penarik emisi karbon yang sangat besar. Hal ini yang membuat IKN menjasi satu konsep yang diapresiasi oleh dunia.

"Selain itu, dibangun juga tempat hiburan dengan tema yang sesuai dengan kondisi hijau dan ramah lingkungan di Kalimantan," ujar Bambang. 
 


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x