Kompas TV TALKSHOW rosi

TEGAS! Kapolri Jawab soal Perang Tagar #PercumaLaporPolisi Vs #PolriSesuaiProsedur

Jumat, 3 Desember 2021 | 12:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan tanggapannya terkait sorotan terhadap anggota Polri beberapa bulan terakhir.

Menurut Kapolri, penyimpangan selalu ada sejak dulu, maka darinya ia berkeliling untuk mengetahui bagaimana citra Polri di mata masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kapolri dalam program ROSI yang tayang pada Kamis (2/12/2021).

"Memang dari awal, fenomena penyimpangan-penyimpangan selalu ada ya dari dulu sehingga pada saat saya kemudian berkeliling, menanyakan kepada masyarakat kan paling tidak saya ingin melihat bagaimana potret Polri di depan masyarat sehingga itu adalah hal-hal yang harus saya perbaiki," kata Kapolri.

Baca Juga: Kapolri: Kami Sepakat dengan Panglima TNI Ambil Langkah Tegas terhadap Bentrok TNI-Polri!

Maka darinya, menurut Kapolri, masalah yang tidak ditanggapi dengan baik, justru muncul persepsi untuk apa mengadu kepada polisi.

"Masalahnya adalah ruang pengaduan ini, mana kala kemudian tidak ditanggapi dengan baik, tentunya masyarakat kan buat apa mengadu," katanya.

Kapolri menjelaskan bahwa masih banyak hal-hal yang harus dibenahi oleh Polri. Ia juga menyebut fenomena yang terjadi di lapangan pun menjadi feedback dari masyarakat untuk pihak kepolisian.

"Yang jadi masalah kan saat kita berikan ruang pada masyarakat untuk mengadu, kemudian tidak ada langkah untuk menyelesaikan dan ini bisa membuat masyarakat kecewa dan percuma lapor polisi," lanjut Kapolri.

"Tren ini kan akhir-akhir ini memang muncul lebih baik viral karena kalau enggak viral, enggak ditanggapi. Jadi kalau menurut saya ini bagian dari ekspresi masyarakat supaya polisi menjadi lebih baik," tegas Kapolri.

Penulis : Desy Hartini

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19