Kompas TV internasional kompas dunia

Marak Perundungan Online, Australia Buat UU Sasar Akun Perisak Anonim

Minggu, 28 November 2021 | 20:27 WIB
marak-perundungan-online-australia-buat-uu-sasar-akun-perisak-anonim
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada KTT ASEAN - Australia. Morrison mengumumkan bahwa Australia akan memberlakukan UU baru yang menyasar akun anonim pelaku perundungan online. (Sumber: Straits Times)

CANBERRA, KOMPAS.TV - Australia hendak memberlakukan undang-undang (UU) baru yang mewajibkan identitas pelaku perisakan online (daring) dibuka oleh perusahaan media sosial.

Kebijakan tersebut menanggapi perisakan daring yang marak dilakukan akun-akun anonim.

Pada Minggu (28/11/2021), Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyebut orang yang difitnah atau dirisak secara daring bisa meminta perintah pengadilan terhadap perusahaan media sosial untuk mengungkap identitas asli perisak.

Apabila perusahaan media sosial tidak memenuhi kewajiban tersebut, mereka harus membayar denda.

Undang-undang baru ini disebut Morrison akan dibawa ke parlemen federal dalam waktu dekat.

Baca Juga: Covid-19 Varian Omicron Dipastikan Sudah Terdeteksi di Australia!

Morrison menyebut internet seharusnya menjadi tempat aman, bukan menjadi “arena liar di mana bot dan bigot dan troll” dapat melukai orang tanpa konsekuensi.

Politikus 53 tahun itu menambahkan bahwa perempuan dan anak-anak menjadi golongan yang paling terdampak perisakan akun anonim dan UU baru ini menjadi solusi cepat mengatasinya.

“Kebebasan berbicara tidak berarti kamu diizinkan untuk secara pengecut bersembunyi di ruang bawah tanah dan mengerat dan merisak orang secara anonim dan ingin menghancurkan hidup mereka,” kata Morrison dikutip Sydney Morning Herald.

“Itu adalah kepengecutan—dan tidak ada ruang untuk itu di negara ini,” tegasnya.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:08
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19