Kompas TV internasional kompas dunia

Uni Eropa Batasi Perjalanan dari 7 Negara Afrika Setelah Munculnya Varian Omicron Covid-19

Sabtu, 27 November 2021 | 08:17 WIB
uni-eropa-batasi-perjalanan-dari-7-negara-afrika-setelah-munculnya-varian-omicron-covid-19
Ilustrasi mikroskopis virus corona. Para ilmuwan di Afrika Selatan mengumumkan hari Kamis, (25/11/2021) mereka mendeteksi varian baru Covid-19, B.1.1.529  dengan banyak mutasi. WHO hari Jum'at 26 November 2021 di Jenewa menamai varian tersebut Omicron (Sumber: France24)

BRUSSELS, KOMPAS.TV - Negara-negara Uni Eropa sepakat untuk menangguhkan perjalanan dari Afrika bagian selatan setelah mendeteksi varian baru Covid-19, B.1.1.529, kata Presiden Uni Eropa, Jumat (26/11/2021) seperti dilansir Straits Times.

Sebuah komite pakar kesehatan dari 27 negara Uni Eropa “menyetujui perlunya mengaktifkan jeda darurat dan memberlakukan pembatasan sementara pada semua perjalanan ke Uni Eropa dari Afrika bagian selatan”, kata kepresidenan Uni Eropa Slovenia di Twitter.

WHO kemudian pada pertemuan di Jenewa yang membahas varian tersebut dan memutuskannya menjadi varian yang dikhawatirkan serta menamainya varian Omicron.

Pembatasan akan berlaku untuk Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe, kata juru bicara Komisi Eropa Eric Mamer di Twitter.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan pemerintah Uni Eropa juga diminta untuk mencegah perjalanan ke negara-negara tersebut.

Baca Juga: Amerika Serikat Larang Masuk Pelancong yang Pernah ke 8 Negara Afrika Terkait Varian Baru Covid-19

Pengunjung sebuah mall di Johannesburg, Afrika Selatan. Peneliti di Afrika Selatan baru saja menemukan varian baru virus Corona penyebab infeksi Covid-19 yang menurut mereka mengkhawatirkan karena punya mutasi virus yang tinggi (Sumber: AP Photo)

Masing-masing dari 27 negara Uni Eropa bebas menerapkan langkah-langkah baru jika dipandang perlu. Beberapa sudah menerapkan pembatasan.

Varian virus corona baru, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, telah menimbulkan kekhawatiran global saat para peneliti mencari tahu apakah virus itu kebal terhadap vaksin.

Marc Van Ranst, ahli virus yang mendeteksi varian baru di Belgia, mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan besar wanita yang terinfeksi tertular varian di Belgia daripada saat bepergian ke luar Eropa.

Dia telah berada di Mesir pada awal November, tetapi mengalami gejala hanya 11 hari setelah dia kembali ke Belgia. Dia tidak divaksinasi.

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/Straits Times



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:12
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19