Kompas TV regional peristiwa

Polisi Medan yang Diamuk Massa Memang Berencana Minta Uang, Kapolda Minta Maaf

Sabtu, 13 November 2021 | 17:45 WIB
polisi-medan-yang-diamuk-massa-memang-berencana-minta-uang-kapolda-minta-maaf
Ilustrasi polisi. Bripka P terbukti melakukan pelanggaran dengan melakukan pemerasan dengan meminta uang pada seorang pengendara motor. Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak meminta maaf pada masyarakat. (Sumber: SHUTTERSTOCK)

Penulis : Danang Suryo | Editor : Vyara Lestari

MEDAN, KOMPAS.TV - Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan Polrestabes Medan Kompol Zonni Aroma mengungkap fakta soal Bripka P, polisi yang viral setelah terekam tengah diamuk massa melakukan pungli di jalan, Sabtu (13/11/2021).

Bripka P terbukti melakukan pelanggaran dengan melakukan pemerasan. Terlebih, ketika menilang pengendara motor, dia tak memiliki surat perintah menyetop kendaraan.

"Dia (Bripka P) melakukan pungli di jalan. Tanpa surat perintah, menyetop-nyetop kendaraan, minta uang sama pengendara," jelas Zonni dikutip dari TribunMedan.com.

Baca Juga: Kronologi Polisi di Medan Diamuk Massa karena Diduga Memeras Pengendara dengan Modus Tilang

Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak menyatakan, Bripka P sudah dimasukkan ke sel khusus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Panca melanjutkan, kejadian ini akan diproses secara tuntas karena perbuatan Bripka P sudah mencederai nama baik organisasi.

"Dia sudah ditempatkan di sel tempat khusus. Kedua, proses hukum tak hanya disiplin, tapi juga kode etik dan termasuk pidana. Makanya saya minta diproses-tuntaskan," tegasnya.

Menanggapi kejadian yang menggegerkan wilayah Medan tersebut, Panca meminta maaf kepada masyarakat.

Dia meminta masyarakat untuk mengawasi anggotanya jika melakukan perbuatan serupa.

Baca Juga: Kata Kapolda Sumut Soal Polisi Diamuk Massa di Medan: Dia Melanggar, Harus Diproses Tuntas

"Saya pada kesempatan ini minta maaf kepada masyarakat kalau masih ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran seperti ini," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah unggahan yang memperlihatkan seorang polisi di Medan, Sumatera Utara tengah diamuk massa beredar di media sosial, Kamis (11/11/2021).

Dalam unggahan video, seorang polisi yang memakai pakaian dinas lengkap dengan emblem Korps Sabhara itu diketahui sedang menindak pengendara motor yang melakukan kesalahan.

Melansir Kompas.com, Jumat (12/11/2021), polisi itu disebut meminta uang sebesar Rp200 ribu.

"Dihimbau untuk rekan-rekan keluarga semua jangan mau distop polisi di jalan dan diminta uang tanpa ada alasan yang jelas. Telah terjadi penipuan di jln Dokter Mansyur arah ke USU. Seorang yang mengaku polisi menyetop seorang mahasiswa di jalan yang tidak melakukan kesalahan, dan meminta uang sejumlah 200rbu #bantuviralkan," tulis keterangan video viral itu.


Sumber : Tribun Medan

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x