Kompas TV regional peristiwa

Sepekan Lebih Mahasiswa UNS Tewas saat Diklatdas Menwa, Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Kenapa?

Selasa, 2 November 2021 | 12:40 WIB
sepekan-lebih-mahasiswa-uns-tewas-saat-diklatdas-menwa-polisi-belum-tetapkan-tersangka-kenapa
Gilang Endi Saputra (22), mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang meninggal dunia saat mengikuti Diklatsar Menwa (Sumber: Kompas TV/Widi Nugroho)

Penulis : Hedi Basri | Editor : Gading Persada

SOLO, KOMPAS.TV - Sudah lebih dari tujuh hari meninggalnya Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta setelah mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatdas) Resimen Mahasiswa (Menwa) pada MInggu (24/10/2021), tapi pihak kepolisian belum juga menetapkan tersangka atas kasus ini.

Meski hasil visum sudah keluar dan menyatakan bahwa ada indikasi penganiayaan tapi belum ada tersangka yang ditetapkan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Pujo mengaku bahwa kasus meninggalnya Gilang Endi Saputra dalam Diklatdas Menwa UNS tersebut diduga adanya penganiayaan. 

Dugaan penganiayaan dibuktikan dalam hasil visum luar dan visum dalam pada tubuh Gilang.

"Visum luar dan dalam, terbukti ada luka. Kalau visum luar adanya luka pada kepala," terang Djuhandani kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Kata Djuhandani, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan proses masih dilaksanakan sampai dengan pendalaman alat bukti.

Saat ditanya soal penetapan tersangka, Djuhandani mengatakan pihak kepolisian masih menunggu alat bukti.

"Untuk penetapan tersangka, masih menunggu hal-hal terkait pemenuhan alat bukti yang saat ini sudah ada tapi perlu pendalaman," katanya dilansir dari Tribunnews.com.

Baca Juga: Sepupu Mahasiswa UNS yang Meninggal Ungkap Alasan Gilang Gabung Menwa

Alat bukti yang dimaksud Djuhandani berupa dokumen-dokumen pendukung penyelidikan, berupa hasil visum dan autopsi.

Sumber : Tribunnews


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:25
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19