Kompas TV regional hukum

Razia Satpol PP Tangsel Jaring 4 Wanita Diduga PSK Bertarif Rp500 Ribu, 2 di Bawah Umur

Senin, 25 Oktober 2021 | 18:47 WIB
razia-satpol-pp-tangsel-jaring-4-wanita-diduga-psk-bertarif-rp500-ribu-2-di-bawah-umur
Foto Ilustrasi  Pekerja Seks Komersial  (Sumber: Shutterstock via Kompas.com)

TANGERANG, KOMPAS.TV – Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangerang Selatan, Provinsi Banten menjaring empat wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) dengan tarif Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Menurut Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangerang Selatan, Muksin, dua di antara empat wanita yang terjaring razia Satpol PP tersebut diketahui masih di bawah umur.

Muksin menyebut, mereka memasang tarif antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk sekali booking order (BO).

Baca Juga: Lagi! Polisi Ungkap Praktik Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata City

"Diamankan wanita open BO (booking order) dua orang anak di bawah umur dan dua orang lainnya. Tarif open BO Rp 500.000 sampai dengan Rp 1 juta," ujar Muksin pada Kompas.com, Senin (25/10/2021).

Dia menjelaskan, razia tersebut dilaksanakan oleh Satpol PP Tangerang Selatan  di sejumlah indekos dan apartemen di wilayah Serpong dan Ciputat pada Sabtu (23/10/2021) dan Minggu (24/10/2021).

"Lokasinya di kos-kosan wilayah Rawa Mekar Jaya (Serpong), apartemen di wilayah Rawa Buntu (Serpong), dan salah satu apartemen di Ciputat," kata Muksin.

Dia menambahkan, empat perempuan yang diduga penjaja seks tersebut diketahui sedang menunggu pelanggan di kamar indekos maupun apartemen tersebut.

Baca Juga: Dari Laporan Anak Hilang, Polisi Mengungkap Prostitusi Anak Secara Daring

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui dua terduga PKS itu masih berstatus anak di bawah umur.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:55
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19