Kompas TV nasional peristiwa

PCR Syarat Penerbangan Jadi Masalah Baru, Muhammadiyah Ingatkan soal Transparansi

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:43 WIB
pcr-syarat-penerbangan-jadi-masalah-baru-muhammadiyah-ingatkan-soal-transparansi
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. Beliau juga komentar polemik PCR jadi syarat penerbangan (Sumber: doc. Muhammadiyah)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Pengurus Pusat Muhamammadiyah (PP Muhammadiyah) Abdul Mu'ti berkomentar tentang polemik syarat wajib PCR bagi penerbangan dan dinilai memberatkan penumpang pesawat.

Ia menilai, syarat itu masih diperlukan agar memastikan penumpang tidak terpapar virus covid-19, namun pemerintah dan pihak otoritas penerbangan juga perlu transparansi.

Transparansi ini, menurut Abdul Mu’ti, jadi hal krusial mengingat pro dan kontra yang terjadi di masyarakat.

Ia berharap, pihak transportasi penerbangan bersama pemerintah mengawal peraturan baru ini dengan konsisten dan transparan.

“Yang sangat diperlukan adalah transparansi, akurasi, dan konsistensi. Kewajiban PCR ini jangan sampai menimbulkan beban bagi penumpang,” papar Abdul Mu’ti sebagaimana dikutip KOMPAS TV dari situs resmi Muhammadiyah.

Baca Juga: Polemik Aturan Wajib PCR saat Naik Pesawat, Ini Kata IDI

Lebih lanjut, Guru Besar Pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyarankan, pihak transportasi penerbangan agar melaksanakan kebijakan itu dengan menggunakan sistem dan sarana terbaik. Hal itu agar tidak terjadi antrean panjang para calon penumpang di bandara.

Apalagi, menurutnya, selama ini ada kesan sarana masih terbatas. Jadi, yang terjadi adalah kebijakan ini justru menjadi masalah baru.

“Selama ini sarananya masih terbatas. Selain itu masih diperlukan petugas yang membantu mengingat tidak semua penumpang memiliki gawai yang canggih dan menggunakan alat yang tersedia,” sarannya.

Tokoh Muhammadiyah asal Kudus itu lantas menjelaskan, Covid-19 masih panjang dan belum akhir. Masyarakat diminta untuk terus berhati-hati dan tetap waspada.

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Harga Cabai Terus Merangkak Naik

Kamis, 9 Desember 2021 | 10:08 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:16
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19