Kompas TV nasional update corona

Polemik Aturan Wajib PCR saat Naik Pesawat, Ini Kata IDI

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:17 WIB
polemik-aturan-wajib-pcr-saat-naik-pesawat-ini-kata-idi

 

ILUSTRASI - Bandara Soekarno Hatta. (Sumber: soekarnohatta-airport.co.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Aturan wajib tes PCR bagi penumpang pesawat kembali jadi pembicaraan. Selain karena pemerintah sudah mengklaim adanya penurunan kasus Covid-19, PCR juga dianggap mahal dan tak dapat dijangkau semua kalangan.

Merespons hal tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengingatkan pentingnya syarat tes PCR bagi penumpang pesawat terbang.

Zubairi mengakui bahwa sudah ada penurunan kasus Covid-19 di Tanah Air, juga terjadi pelonggaran di berbagai sektor. Tapi ketentuan wajib PCR tersebut dinilai sebagai bentuk kehati-hatian.

"Jumlah orang meninggal juga di bawah 100 secara harian, sementara positivity rate kita di bawah 2 persen," ungkap Zubairi dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas.TV, Jumat (22/10/2021). 

Oleh karena itu, menurutnya kondisi yang sudah baik saat ini perlu terus dijaga dan diperketat. Apabila pemerintah melonggarkan kebijakan perjalanan, maka pengetatan juga dinilai perlu dilakukan. 

"Jadi di satu pihak kita sudah melonggarkan (syarat dan aturan) dan ini mengkhawatirkan. Sehingga amat pantas untuk memperketat skriningnya," tegasnya. 

Selain itu, tes RT-PCR, kata Zubairi, lebih baik dari tes swab antigen. Sebab akurasi dalam mendeteksi Covid-19 lewat PCR lebih tinggi. Meski ia tak membenarkan bahwa biayanya lebih mahal.

Baca Juga: Sorotan: Penumpang Pesawat Wajib Tes PCR Meski Sudah Vaksin Lengkap

Sebelumnya, pemerintah secara resmi mewajibkan calon penumpang pesawat terbang untuk membawa hasil negatif tes Covid-19 dengan PCR mulai 24 Oktober 2021.

Penulis : Hedi Basri | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV/kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:56
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19