Kompas TV nasional update

Update: Polisi Buka Penyelidikan Baru Dugaan Pemerkosaan 3 Anak Luwu Timur

Jumat, 15 Oktober 2021 | 14:25 WIB

KOMPAS.TV - Polri membuka penyelidikan baru untuk mengungkap kasus dugaan pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Hal ini karena ada 3 hasil visum yang berbeda terhadap para korban.

Mabes Polri membuka penyelidikan baru untuk mengusut kasus dugaan pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan oleh ayahnya pada Kamis 14 Oktober kemarin.

Penyidik Mabes Polri akan mendalami hasil visum mandiri ibu korban yang menyatakan adanya perbedaan hasil dari visum sebelumnya.

Kepolisian kini bahkan membuat laporan polisi tipe A, penyelidikan difokuskan dalam rentang waktu 25 hingga 31 Oktober 2019.

Dalam program Sapa Indonesia, Dosen Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Bivitri Susanti mengapresiasi kepolisian membuka kembali kasus ini.

Sebelumnya, ada 3 visum yang telah dilakukan pada 3 anak korban dugaan pemerkosaan. 

Dari hasil visum kepolisian yang dilakukan pada tanggal 9 Oktober dan 24 Oktober 2019, pihak dokter tidak menemukan kelainan.

Sementara, pada tanggal 31 Oktober 2019, pemeriksaan medis dilakukan oleh ibu korban dan menunjukkan ada kelainan.

Selanjutnya, polisi akan memeriksa dokter yang melakukan pemeriksaan medis terhadap korban pada 31 Oktober 2019.

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani dalam program ROSI mengatakan kasus ini sebetulnya masuk dalam kasus dugaan pemerkosaan.

Baca Juga: Ada Isu Penting dari Penyidikan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur, Ini Kata Psikologi Forensik

Namun, polisi merujuk kasus ini menjadi dugaan pencabulan. Padahal penyebutan kasus dugaan pemerkosaan ini berdasarkan keterangan langsung dari korban.

Dengan adanya supervisi hasil visum oleh tim penyidik Mabes Polri diharapkan ada kejelasan dalam kasus dugaan pemerkosaan 3 anak.

Penyelesaian kasus segera terang benderang dan penyelidikan diharapkan tetap pada perspektif korban.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:51
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19