Kompas TV nasional peristiwa

Ada Isu Penting dari Penyidikan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur, Ini Kata Psikologi Forensik

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:27 WIB
ada-isu-penting-dari-penyidikan-kasus-dugaan-pemerkosaan-di-luwu-timur-ini-kata-psikologi-forensik
Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Proses penyelesaian kasus dugaan pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang dibantu oleh Mabes Polri dinilai akan menunjukkan peran negara dalam memberikan perlindungan bagi anak-anak.

Terlebih kasus yang ramai di media sosial ini, kata Reza Indragiri Amriel selaku Psikolog Forensik, masih ditunggu keberlanjutannya oleh masyarakat secara luas.

Menurutnya, dalam persoalan ini tidak hanya sebatas pengungkapan sebuah kasus kejahatan seksual atau kekerasan seksual, lalu kekerasan psikis dan fisik. Melainkan ada isu yang lebih penting bagi korban yang merupakan anak-anak.

"Isu yang jauh lebih penting bagi korban bahwa bagaimana negara secara konsekuen menyelenggarakan kewajiban dan tanggung jawabnya untuk memberikan perlindungan khusus pada anak-anak," kata Reza kepada Kompas TV dalam program "Dialog Sapa Indonesia Pagi", Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Masalah Kemampuan Penyidik Disebut Bikin Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur Sempat Berhenti

Sebelumnya, Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono membeberkan sejumlah fakta dalam pemeriksaan ulang oleh tim supervisi untuk kasus dugaan pemerkosaan anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Brigjen Rusdi mengatakan, tim gabungan melakukan penyelidikan pada Senin (11/10/2021) pada sejumlah dokter dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Luwu Timur.

Dari penyidikan itu, pihak kepolisian tegas menolak sebutan dugaan pemerkosaan sebagaimana ramai dibicarakan di media sosial. Gantinya, kepolisian menyebut dengan dugaan pencabulan.

“Peristiwa perbuatan cabul. Jadi, bukan perbuatan tindak pidana perkosaan, seperti yang viral di media sosial," kata Rudi.

Akibatnya, ada dua pemahaman berbeda di publik mengenai pengertian pencabulan dan pemerkosaan. Terlebih dalam hal ini, pihak kepolisian tidak menerangkan lebih lanjut.

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:50
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19