Kompas TV regional hukum

Komisi Yudisial Terima Aduan, 150 Hakim di Jatim Terlibat Pelanggaran Kode Etik

Senin, 27 September 2021 | 06:10 WIB
komisi-yudisial-terima-aduan-150-hakim-di-jatim-terlibat-pelanggaran-kode-etik
Ketua Komisi Yudisial RI, Mukti Fajar Nur Dewata saat kunjungan kerja di pendopo Kabupaten Tulungagung. (Sumber: (ANTARA - Joko Purnomo) )

SURABAYA, KOMPAS.TV - Sebanyak 150 hakim di Jawa Timur diadukan ke Komisi Yudisial. Mereka diduga telah melakukan pelanggaran kode etik kehakiman.

Adanya aduan ini diungkapkan oleh Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka Edukasi Publik Tugas dan Fungsi Komisi Yudisial di Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (26/9/2021).

Jumlah aduan ini menjadi yang terbanyak kedua setelah DKI Jakarta.

Dengan adanya aduan itu, Komisi Yudisial telah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), kejaksaan, kepolisian, dan KPK, untuk meningkatkan pengawasan dan supervisi.

Baca Juga: Ini 7 Calon Hakim Agung Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan di DPR

Diakui Mukti, untuk membuktikan adanya pelanggaran kode etik hakim bukanlah perkara mudah. Hal ini dikarenakan pola dan modus operandi yang digunakan oknum hakim lebih canggih.

"Permainannya memang canggih, jadi untuk mencari bukti memang sulit," ujar Mukti.

Namun jika ditemukan adanya pelanggaran kode etik tersebut, Komisi Yudisial memastikan oknum hakim nakal atau diistilahkan sebagai hakim hitam ini akan dikenakan sanksi berat.

Pemberian sanksi ini sudah menjadi komitmen dan pakta integritas yang disepakati antara Komisi Yudisial dengan Mahkamah Agung.

"Yang 'hitam-hitam' ini, kami sudah sepakat dengan MA untuk 'dihabisi'," tegas Mukti.

Penulis : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:49
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19