Kompas TV nasional hukum

KPK soal Status Hukum Tersangka Azis Syamsuddin: Mohon Bersabar

Jumat, 24 September 2021 | 22:32 WIB
kpk-soal-status-hukum-tersangka-azis-syamsuddin-mohon-bersabar
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (24/9/2021) (Sumber: Tangkapan layar YouTube Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Status hukum Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin masih menjadi tanya di masyarakat. Lantaran dalam dakwaan di persidangan eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, Jaksa menyebutkan ada uang yang diberikan oleh Azis Syamsuddin.

Di samping itu, belakangan juga beredar kabar jika sesungguhnya Azis Syamsuddin yang merupakan politikus partai Golkar sudah menjadi tersangka.

Merespons hal tersebut, pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri meminta semua pihak untuk bersabar.

“Mohon bersabar, kami sudah sampaikan kami pasti akan menyampaikan secara utuh dan lengkap konstruksi perkara ini, jadi tidak benar kalau kami malu-malu atau ada sesuatu apa,” tegas Ali Fikri.

Baca Juga: Turun dari Kendaraan KPK, Azis Syamsuddin Dijemput Paksa?

“Kami pastikan kami bekerja sesuai dengan aturan hukum, ini yang menjadi landasan kami.”

KPK, sambung Ali Fikri, akan memperbarui informasi untuk semua perkara yang ditangani KPK sebagai bentuk pertanggungjawaban ke publik. Namun, Ali tidak dapat memastikan kapan status hukum Azis Syamsuddin akan diinformasikan karena pemeriksaan masih berlangsung.

“Kami pastikan begini, kerja-kerja KPK pasti kami sampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dalam kami bekerja ya."

"Tapi perlu juga kami tegaskan dan kami sampaikan sebagai pemahaman bersama, bahwa dalam proses kegiatan Penyelidikan dan penyidikan itu ada informasi yang dikecualikan,” tegas Ali Fikri.

“Itu adalah bagian dari strategi proses penyidikan, artinya kami pastikan dalam bekerja sesuai aturan hukum, maka pada tempatnya lah kami harus menyampaikan itu."

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19