Kompas TV nasional hukum

Turun dari Kendaraan KPK, Azis Syamsuddin Dijemput Paksa?

Jumat, 24 September 2021 | 21:48 WIB
turun-dari-kendaraan-kpk-azis-syamsuddin-dijemput-paksa
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (24/9/2021) (Sumber: Tangkapan layar YouTube Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Setelah sempat beberapa kali gagal diperiksa, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin akhirnya tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menggunakan batik, Azis Syamsuddin turun dari kendaraan minibus hitam yang diduga milik KPK.

Namun, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri tidak ingin mengungkap lebih awal apakah kehadiran Azis Syamsuddin malam ini lembaga antirasuah itu hasil jemput paksa.

“Kami sudah sering kali mengatakan bahwa terkait dengan kebijakan KPK dalam penanganan perkara tentu kami harus memastikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku gitu ya, sekali lagi nanti detailnya pasti kami akan sampaikan kepada masyarakat,” ujar Ali Fikri.

“Apa perkaranya, apa kegiatannya, bagaimana hasil proses penyidikannya, konstruksi perkaranya, alat buktinya apa, termasuk siapa yang ditemukan dalam proses penyidikan ini sebagai tersangka dan kemudian pasal-pasalnya.”

Baca Juga: Gagal Kelabui KPK, Azis Syamsuddin Diperiksa soal Dugaan Suap ke Stepanus Robin Pattuju Malam Ini

Namun yang jelas, kata Ali, tim penyidik KPK yang dipimpin langsung oleh Direktur Penyidikan mendatangi langsung kediaman Azis Syamsuddin.

Hal tersebut dilakukan untuk mengonfirmasi pengakuan Azis Syamsuddin yang mengatakan tidak bisa hadir karena tengah isolasi mandiri.

“Tim KPK langsung dipimpin Direktur Penyidikan tadi ke lapangan ya untuk memastikan bahwa saudara AZ ini dalam keadaan baik dan sehat dan tidak sebagaimana surat yang diajukan bahwa dia sedang menjalani isolasi mandiri karena berinteraksi langsung dengan pihak yang positif virus Covid-19,” jelas Ali Fikri.

Malam ini, lanjut Ali Fikri, Azis Syamsuddin diagendakan menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan suap ke mantan penyidik Stepanus Robin Pattuju.

“Kemarin kami sudah sampaikan sebenarnya terkait dengan ini bahwa kami melakukan proses penyidikan terkait dengan dugaan adanya pemberian, hadiah berupa uang lebih spesifiknya terkait dengan perkara yang sedang ditangani oleh KPK,” ujar Ali Fikri.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:59
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19