Kompas TV internasional kompas dunia

Taliban Tegaskan akan Kembali Terapkan Hukum Potong Tangan

Jumat, 24 September 2021 | 00:50 WIB
taliban-tegaskan-akan-kembali-terapkan-hukum-potong-tangan
Mullah Nooruddin Turabi, salah satu pendiri dan pemimpin Taliban, menegaskan bahwa Afghanistan akan kembali menerapkan hukuman potong tangan, meski mungkin tak lagi di depan publik. Turabi mengungkapkan hal itu di Kabul, Afghanistan, Rabu (22/9/2021). (Sumber: AP Photo/Felipe Dana)

KABUL, KOMPAS.TV – Eksekusi potong tangan akan kembali diberlakukan di Afghanistan, meski mungkin tak lagi digelar di depan umum. Hal ini diungkapkan salah satu pendiri Taliban, Mullah Nooruddin Turabi.

Turabi yang kini berusia awal 60-an tahun, memperingatkan komunitas internasional agar tak mencampuri urusan dalam negeri Afghanistan.

“Semua orang mengkritik kami karena hukuman yang kami gelar di stadion, tapi kami tak pernah mencampuri hukum dan hukuman mereka,” ujar Turabi pada jurnalis perempuan dari Associated Press di Kabul, Rabu (22/9/2021).

Di bawah pemerintah baru Taliban, Turabi yang termasuk salah satu pemimpin Taliban, bertugas mengurusi penjara.

“Tak ada yang boleh mendikte bagaimana seharusnya hukum kami. Kami akan mengikuti Islam dan akan menerapkan hukum kami berdasarkan Al-Qur’an,” tandas Turabi yang kehilangan sebelah kaki dan matanya saat bertempur melawan Soviet tahun 1980-an silam.

Baca Juga: Satu Bulan Kekuasaan Taliban, Musik Mulai Menghilang dari Afghanistan

Selama pemerintahan Taliban sebelumnya, Turabi adalah Menteri Kehakiman dan Kepala Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, atau bisa disebut polisi agama.

Ketika itu, dunia mengecam eksekusi hukuman Taliban yang digelar di stadion olahraga Kabul atau halaman Masjid Eid Gah yang kerap dihadiri ratusan warga lelaki Afghanistan.

Terdakwa pembunuhan biasanya dihukum mati dengan sekali tembakan di kepala yang dilakukan oleh keluarga korban. Selain membalas membunuh, keluarga korban punya pilihan menerima ‘uang darah’ dan membiarkan pelaku hidup.

Bagi terdakwa pencuri, hukuman potong tangan menanti. Sementara terdakwa begal atau rampok jalanan, hukumannya potong tangan dan kaki.

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Associated Press


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:28
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19