Kompas TV internasional kompas dunia

Satu Bulan Kekuasaan Taliban, Musik Mulai Menghilang dari Afghanistan

Rabu, 22 September 2021 | 21:57 WIB
satu-bulan-kekuasaan-taliban-musik-mulai-menghilang-dari-afghanistan
Seorang musisi Afghanistan memegang alat musik dilruba pada Sabtu (18/9/2021). (Sumber: Bernat Armangue/Associated Press)

KABUL, KOMPAS.TV - Satu bulan sejak Taliban kembali menguasai Afghanistan, musik mulai tidak terdengar lagi di negara itu.

Taliban memang tidak atau belum secara resmi melarang musik. Namun, para musisi mengaku khawatir musik akan dilarang.

Ketika Taliban berkuasa pada 1996-2001, mereka mengharamkan musik. Kali ini, pemerintahan Taliban belum mengambil sikap terhadapnya.

Melansir Associated Press, seorang juru bicara Taliban mengatakan bahwa mereka sedang meninjau hukum tentang musik.

Baca Juga: Sudah Tidak Ada Suara Musik dan Perdebatan di Udara Afghanistan, Hanya Kesunyian Tersisa

Meskipun tidak secara resmi dilarang, oknum-oknum Taliban dilaporkan berbuat sendiri melarang musik. Para musisi Afghanistan diganggu oleh oknum-oknum tersebut.

“Kami tidak tertarik mendengarkan benda-benda ini,” kata seorang tentara Taliban kepada Associated Press.

Tentara tersebut sedang berjaga di Institut Musik Nasional Afghanistan. Ia berdiri di dekat satu set dhambouras, alat musik tradisional Afghanistan, ketika diwawancara.

“Saya bahkan tidak tahu benda-benda apa ini. Secara pribadi, saya tidak pernah mendengarkan mereka dan saya tidak tertarik,” pungkasnya.

Institut Musik Nasional Afghanistan sendiri kini dilaporkan sepi, tidak ada kegiatan belajar-mengajar yang digelar. Milisi dari kelompok Haqqani, faksi garis keras Taliban, menjaga kampus tersebut.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Associated Press



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19