Kompas TV nasional berita utama

Nadiem Sebut Akan Basmi Tiga Dosa di Sistem Pendidikan Nasional, Apa Saja?

Kamis, 23 September 2021 | 10:30 WIB
nadiem-sebut-akan-basmi-tiga-dosa-di-sistem-pendidikan-nasional-apa-saja
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim. (Sumber: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim akan mengubah sistem pemetaan mutu pendidikan nasional untuk bisa mengukur karakter dalam hal ini nilai-nilai Pancasila.

Dahulu, pemetaan mutu pendidikan lewat Ujian Nasional. Saat ini, kata Nadiem, diubah lewat Asesmen Nasional.

Lebih penting lagi, kata dia, jika ada survei karakter dan ada survei lingkungan belajar. Dari survei-survei tersebut dapat mengakses nilai-nilai Pancasila, yaitu nilai kebinekaan, toleransi, keamanan dalam lingkungan sekolah.

"Dan dari situlah kita akan mengukur peta mutu pendidikan di Indonesia tidak hanya berbasis pada kemajuan kognitif," kata Nadiem dilansir dari ANTARA, Rabu (23/92021).

Upaya pembaruan tersebut, kata Nadiem, tercantum dalam program Merdeka Belajar yang salah satunya mengarusutamakan pendidikan karakter.

Baca Juga: Nadiem Makarim Kini Rajin Blusukan, Apakah Setelah Disindir Menteri Elitis?

Pembaruan sistem pendidikan nasional itu, dilakukan Nadiem untuk membasmi tiga dosa dalam sistem pendidikan nasional yakni, intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

"Jadi biar diperjelas saja posisinya Kemendikbudristek dan pemerintah pusat terhadap tiga dosa ini. Ini adalah tiga hal yang akan kita basmi dari sistem pendidikan kita," ujarnya.

Pihaknya juga tengah merancang materi terkait dengan moderasi beragama untuk disisipkan dalam kurikulum program Sekolah Penggerak yang disusun bersama Kementerian Agama.

"Itu adalah kurikulum prototipe yang sedang kita tes di dalam sekolah-sekolah penggerak. Di situlah konten-konten moderasi beragama kita akan juga akan melakukan risetnya dan melakukan implementasi di 2.500 sekolah yang akan terus berkembang setiap tahunnya," kata dia.

Penulis : Hedi Basri | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Lokasi Penangkaran Buaya Disegel

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:02 WIB
Berita Daerah

Hut TNI Gubernur Suapi Danrem

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:56 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
18:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19