Kompas TV internasional kompas dunia

Ingin Namakan Anaknya Vladimir Putin, Pasangan Swedia Ini Malah Mendapat Pelarangan dari Pemerintah

Minggu, 19 September 2021 | 10:17 WIB
ingin-namakan-anaknya-vladimir-putin-pasangan-swedia-ini-malah-mendapat-pelarangan-dari-pemerintah
Ilustrasi. Presiden Rusia Vladimir Putin. (Sumber: Associated Press)

STOCKHOLM, KOMPAS.TV - Keinginan pasangan orang tua yang ingin menamakan anaknya Vladimir Putin malah mendapatkan pelarangan dari Pemerintah Swedia.

Badan Perpajakan Swedia, Skatteverket, melarang pasangan orang tua untuk menamakan putranya seperti nama Presiden Rusia tersebut.

Kasus pelarangan memberikan nama 'Vladimir Putin' itu diterima pasangan yang berasal dari Laholm. Swedia.

Baca Juga: Gumpalan Rambut Muncul di Sela Makam Tua 100 Tahun, Netizen Amerika Serikat Heboh

Dikutip dari Oddity Central, pihak Skatteverket juga tak menjelaskan alasan mereka menolak permintaan nama tersebut.

Tetapi berdasarkan Undang-Undang (UU) Swedia, pemberian nama seharusnya tidak menyinggung ataui berisiko menyebabkan masalah bagi pemiliknya.

Nama depan yang jelas-jelas menyerupai nama keluarga juga tak diperbolehkan.

Tak dijelaskan nama 'Vladimir Putin' memasuki kategori yang mana, tetapi pasangan itu dipaksa untuk mencari nama yang tak kontroversial.

Di bawa Undang-Undang Penamaan Swedia, yang pertama kali diberlakukan pada 1982 dan diperbarui pada 2017, orang tua harus melaporkan nama anak mereka yang baru lahir ke Skatteverket pada tiga bulan pertama setelah lahir.

Baca Juga: Menkes Malaysia Berbaju Kasual Blusukan ke RS Tanpa Pengawalan, Warga Heboh dan Puji Kinerja

Penulis : Haryo Jati | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV/Oddity Central


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:06
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19