Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Persaingan Dunia Kerja Masa Pandemi Makin Ketat, Ini Dia Perkerjaan dan Profesi yang Paling Dicari

Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:13 WIB
persaingan-dunia-kerja-masa-pandemi-makin-ketat-ini-dia-perkerjaan-dan-profesi-yang-paling-dicari
Ilustrasi Berbagai bidang pekerjaan yang paling dicari 2021 (Sumber: Freepik/REXANDPAN )

JAKARTA, KOMPAS.TV – Dunia kerja saat ini mengalami penyesuaian akibat dari situasi pandemi Covid-19. Dimana, tak semua pekerjaan bisa bertahan dalam kondisi ini. Bukan hanya perusahaan yang harus menyesuaikan tetapi para pencari kerja juga harus beradaptasi dengan segala aspek yang menyangkut pekerjaan.

Di tahun 2020, banyak industri yang gulung tikar sehingga tak terhindarkan juga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dimana-mana.  Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Jobstreet, terlihat bahwa angka PHK di masa pandemi sangat tinggi dengan angka mencapai 52 persen.

Mereka yang terkena PHK terutama masyarakat dengan tingkat edukasi rendah dan generasi muda. Namun, di lain sisi ada beberapa sektor pekerjaan yang tetap bisa bertahan.

Untuk kamu yang ingin mempersiapkan bersaing dalam dunia kerja, berikut daftar pekerjaan yang banyak dicari dan diincar. Dirangkum dari berbagai sumber seperti Linkedin, Jobstreet, dan World Economic Forum (WEF).

  1. Perawat

Pandemi Covid-19 mengingatkan masyarakat bahwa tenaga kesehatan terutama perawat sangat dibutuhkan. Melansir dari Linkedin, kebutuhan akan perawat meningkat hingga mencapai 30% di tahun 2020. Angka ini bisa meningkat di tahun 2021, mengingat pandemi Covid-19 masih belum selesai.

     2. Guru 

Profesi Guru, baik di sekolah formal maupun nonformal, sangat penting untuk memajukan pendidikan anak-anak. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan guru, pemerintah telah menyiapkan posisi hingga 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru honorer.

     3. Content creator

Media sosial, seperti di antaranya Instagram dan TikTok, membuat kebutuhan akan content creator meningkat. Dengan unggahan yang menarik, akun media sosial bisa menarik banyak pengunjung dan pengikut.

Saat ini sudah banyak lowongan pekerjaan content creator yang tersebar di berbagai platform dan media sosial. Untuk menjadi seorang kamu harus banyak belajar, karena konten yang dibuat tidak terbatas hanya satu atau dua jenis saja. Ada konten berbentuk tulisan, grafis/gambar, video, layaknya seorang Blogger, Vlogger, dan Podcaster.

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/Jobstreet/Linkedin/WEF/Times Indonesia




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:49
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19