Kompas TV regional peristiwa

Polisi Usut Tuntas Kasus Uang Sumbangan Covid-19 2T dari Anak Akidi Tio yang Tak Kunjung Cair

Selasa, 3 Agustus 2021 | 16:06 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.TV - Lagi-lagi muncul kehebohan di saat masyarakat dan pemerintah sedang sibuk menangani pandemi.

Heriyanti, Putri Akidi Tio, pengusaha asal Langsa, Aceh Timur, ditangkap dan dijadikan tersangka oleh polisi, di Polda Sumatera Selatan.

Yang menetapkan tersangka, adalah Direktur Intelijen dan Keamanan, Kombes Ratno Kuncoro, atas dasar penyebaran berita bohong, yang diatur dalam pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Informasi bohong yang dimaksud Kombes Ratno adalah uang sebesar 2 triliun rupiah yang dijanjikan Heriyanti untuk penanganan covid-19 yang ternyata tak bisa diberikan pada Senin (02/08) kemarin.

Namun belum setengah hari, informasi dari Polda Sumatera Selatan juga, justru menyanggah pernyataan Kombes Ratno.

Yang menyampaikan adalah kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Supriadi.

Heriyanti, kata Kabid Humas sedang dimintai klarifikasi.

Lalu informasi mana yang benar?

Yang jelas, Heriyanti masih ada di Polda Sumatera Selatan hingga Senin (02/08) malam.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri, meminta masyarakat tenang.

Kata Irjen Eko, dana itu adalah sumbangan dari masyarakat untuk masyarakat.

Jadi kemana saat ini uang dua triliun rupiah tersebut?

Dokter Keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan, yang turut diperiksa sebagai saksi, mengakui dirinya belum pernah melihat bukti bantuan 2 triliun rupiah, yang dijanjikan keluarga Akidi Tio.

Sebelumnya, pada 26 Juli lalu, di Sumatera Selatan heboh dengan pemberitaan keluarga almarhum Akidi Tio, pengusaha asal Langsa, Aceh Timur, yang menjadi donatur sebesar 2 triliun rupiah untuk membantu penanganan covid-19.

Perwakilan keluarga, yakni Heriyanti, yang menyerahkan bantuan secara simbolis, kepada pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Polda Sumatera Selatan.

Tak cuma polisi yang gusar dengan uang yang tak cari pada Senin (02/08) kemarin, juga Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:56
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19