Kompas TV bisnis bumn

Pertamina Lakukan Perampingan, DPR: Penerimaan Negara Harus Bisa Naik

Senin, 2 Agustus 2021 | 13:10 WIB
pertamina-lakukan-perampingan-dpr-penerimaan-negara-harus-bisa-naik
Ilustrasi Gedung Pertamina (Sumber: Pertamina.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Penerimaan negara dari pajak, dividen, ataupun retribusi diharapkan meningkat usai restrukturisasi yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) lewat pembentukan subholding dan merampingkan semua unit usahanya.

Anggota Komisi VII DPR dari Partai Demokrat, Herman Khaeron,  mengatakan, restrukturisasi Pertamina tersebut diharapkan bisa membuat kinerja perusahaan semakin fokus.

Menurutnya, struktur subholding memberikan fleksibilitas dalam hal penawaran umum saham perdana (IPO). Sebab, pemerintah meminta perseroan untuk ekspansi di hulu, membangun kilang, mengembangkan produksi biodiesel, berpartisipasi dalam pencapaian bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, hingga merintis komponen baterai.

“Harapannya, IPO dapat membuat risiko ditanggung renteng dengan siapa pun yang berminat di bidang tersebut,” ujar Herman dalam diskusi bertajuk ”Kaji Ulang Holding-Subholding dan IPO Anak Usaha Inti Pertamina”, Sabtu (31/7/2021).

Lewat restrukturisasi, Pertamina ditetapkan sebagai perusahaan induk (holding) migas. Di bawahnya terdapat enam perusahaan subholding, yakni Upstream Subholding, Gas Subholding, Power and New Renewable Energy Subholding, Commercial and Trading Subholding, Refining and Petrochemical Subholding, dan Shipping Subholding.

Baca Juga: Waskita Dapat Restrukturisasi Kredit dari BJB Senilai Rp1,1 Triliun

Struktur subholding tersebut telah merampingkan anak usaha di bawah Pertamina yang semula berjumlah 127 perusahaan menjadi 12 perusahaan

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar mengingatkan, struktur subholding berpotensi menyebabkan tumpang tindih bisnis. Oleh karena itu, setiap subholding harus fokus terhadap target kinerja mereka. Apabila antar-subholding bersaing, ia khawatir fungsi kewajiban pelayanan terhadap publik (PSO) menjadi terbengkalai.

”Contohnya, produk petrokimia yang biasanya dijual oleh kilang (Refining and Petrochemical Subholding) kini turut dijual oleh Commercial and Trading Subholding. Kedua subholding itu sama-sama menjual di pasar domestik sehingga bisa timbul persaingan tidak sehat,” ucap Arie.

Terkait dengan penerimaan negara, dalam siaran pers Pertamina pada Juni lalu, perusahaan berhasil mencetak laba bersih Rp 15,3 triliun untuk kinerja sepanjang 2020.

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV/Kompas.id


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19