Kompas TV entertainment lifestyle

Honbap, Budaya Makan Sendirian ala Orang Korea yang Jadi Tren

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:05 WIB
honbap-budaya-makan-sendirian-ala-orang-korea-yang-jadi-tren
Ilustrasi orang makan sendirian. (Sumber: Dok. Shutterstock/Zyn Chakrapong via Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Makan bersama memang menyenangkan. Namun kini muncul budaya baru ketika orang Korea memilih untuk makan sendiri. Budaya makan sendiri ini dikenal dengan nama “Honbap”.

Melansir dari Koreaboo, “Honbap” adalah gabungan dari kata Korea yang artinya 'Sendiri' dan 'Makanan'.

Hal ini mungkin terdengar aneh, karena biasanya orang akan lebih memilih makan bersama dan menghindari makan sendiri, terutama di luar rumah. 

Dikutip dari Data Spring, “Honbap” dahulu dianggap tabu bagi orang Korea. Orang-orang yang makan sendiri dianggap mengalami kehidupan sosial yang buruk.

Kini, “Honbap” justru semakin banyak diminati dan dilakukan orang Korea. “Honbap” ini sering dilakukan ketika waktu makan malam. 

Baca Juga: Berapa Lama Waktu yang Ideal untuk Makan?

Bisa dikatakan bahwa “Honbap” adalah cara meluangkan waktu berkualitas untuk diri sendiri dan melepaskan diri dari tekanan sehari-hari, dikutip dari The Week.

Dilansir dari CJ, yang bergerak di bidang makanan dan hiburan, disebutkan budaya makan sendiri (honbap) tidak hanya dilakukan oleh lajang. Orang yang sudah berkeluarga sekalipun sering melakukan honbap. Kondisi tersebut menjelaskan bahwa "honbap" sudah umum di Korea.

Adapun beberapa restoran sudah mengikuti tren ini, restoran tersebut menawarkan makan di bilik kecil, atau meja yang dibatasi agar tidak terlihat satu sama lain dengan para pengunjung. 

Hasil survey juga menyebutkan, biasanya orang-orang yang melakukan "honbap" lebih memilih makanan yang sederhana seperti olahan telur, ramyun, dan olahan daging.

Penulis : Dian Septina | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:41
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19