Kompas TV nasional peristiwa

Permintaan Maaf Desak Made Usai Dinilai Lecehkan Umat Hindu dalam Sebuah Ceramah

Selasa, 20 April 2021 | 04:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Desak Made Darmawati, seorang dosen sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta yang diduga melakukan penistaan agama melalui ceramahnya, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada umat hindu.

Permintaan maaf itu dilakukan pada Sabtu (17/4/2021) lalu.

"Saya tidak bermaksud dan memiliki niat untuk menistakan dan mengolok-olok agama Hindu dan masyarakat atau umat Hindu. Hal ini disebabkan semata-mata karena kelemahan dan kelalaian saya," katanya.

Sebelumnya ceramah Desak Made Darmawati viral dan dikecam umat hindu di Indonesia. 

Video berisi ceramah Made Darmawati yang dinilai menistakan agama hindu banyak menyebar di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir. 

Dalam video tersebut, Desak Made Darmawati antara lain menceritakan pengalamannya saat menganut agama hindu beberapa tahun lalu.

Atas ceramahnya yang dinilai mengandung penistaan tersebut, Desak Made Darmawati menyatakan siap bertanggung jawab termasuk konsekuensi hukumnya.

"Permintaan maaf ini tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan kejadian ini telah menyadarkan saya untuk tidak mengulangi lagi dan jadi pembelajaran," kata Made Darmawati.

Namun demikian, dia  sangat mengharapkan masyarakat hindu dan Indonesia dapat menerima permohonan maafnya ini dan juga dia berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Penulis : Reny Mardika





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:01
KOMITE OLIMPIADE INDONESIA (KOI) SEBUT KEBUTUHAN INDONESIA UNTUK OLIMPIADE TOKYO MENCAPAI RP 38 MILIAR   SEBUAH RIG PENGEBORAN MINYAK DI MALAYSIA TENGGELAM, 101 AWAK SELAMAT   BNPB: PENTING UNTUK MENYADARKAN MASYARAKAT TENTANG ADANYA POTENSI BENCANA DI INDONESIA   POLDA METRO JAYA BAGIKAN BANTUAN KEPADA KARYAWAN BUS TERMINAL PULO GADUNG   ASDP MERAK LAKUKAN PENGURANGAN DERMAGA YANG BEROPERASI PADA MASA LARANGAN MUDIK LEBARAN   PEMKOT PONTIANAK IZINKAN SHALAT IDUL FITRI DI MASJID DAN LAPANGAN   WALI KOTA SOLO GIBRAN RAKABUMING PASTIKAN STOK KEBUTUHAN POKOK CUKUP SAMPAI LEBARAN   KEMENAG: SIDANG ISBAT PENENTUAN 1 SYAWAL 1442 HIJRIAH DIGELAR SECARA DARING DAN LURING   KEMENTERIAN PPPA SEBUT PERKEMBANGAN KESETARAAN GENDER DI INDONESIA CENDERUNG MERANGKAK   MENTERI PUPR BASUKI HADIMULJONO BERHARAP KONSTRUKSI FISIK PROYEK JALAN TOL AKSES PATIMBAN BISA DIMULAI TAHUN 2022   TINJAU TEMPAT PELELANGAN IKAN DI LAMONGAN, PRESIDEN JOKOWI JANJIKAN SEJUMLAH PERBAIKAN UNTUK NELAYAN   KETUA DPR RI PUAN MAHARANI: TENGGELAMNYA KRI NANGGALA-402 JADI INTROSPEKSI UNTUK SIAPKAN SISTEM PERTAHANAN ANDAL   KETUA DPR RI PUAN MAHARANI TEGASKAN DPR DAN PEMERINTAH BUKA RUANG PARTISIPASI PUBLIK BAHAS RUU PRIORITAS 2021   KPK SAMBUT BAIK PUTUSAN MK SOAL GELEDAH-SITA TAK PERLU IZIN DEWAN PENGAWAS