Kompas TV nasional sapa indonesia

Kasus Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, PPNI: Keadilan Bagi Perawat Harus Ditegakan!

Sabtu, 17 April 2021 | 23:01 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.TV - Inilah video amatir yang merekam seorang perawat Rumah Sakit Siloam, Palembang, Sumatera Selatan, yang menangis keluar dari ruang rawat inap pasien karena dianiaya oleh seorang pria yang menggunakan baju merah.

Pelaku penganiayaan, sempat dilerai oleh petugas keamanan rumah sakit. Namun yang bersangkutan tetap melawan.

Penganiayaan ini, bermula saat keluarga pasien meminta perawat untuk melepaskan infus di tangan pasien.

Namun, saat infus dilepas, tangan pasien yang masih balita, berdarah dan terus menangis.

Melihat hal itu, ayah pasien langsung menganiaya perawat hingga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

Tidak terima jadi korban penganiayaan, perawat pun kemudian melapor ke Polrestabes Palembang. 

Polrestabes Palembang pun kini resmi menetapkan sang penganiaya perawat, sebagai tersangka.

Sang penganiaya perawat yang kini sudah berstatus tersangka, mengaku menyesali perbuatannya.

Ia meminta maaf kepada korban dan keluarganya, serta orang-orang yang tersakiti oleh perbuatannya.

Pihak Rumah Sakit Siloam Palembang pun menyesalkan peristiwa penganiayaan yang menimpa perawatnya, oleh salah satu keluarga pasien.

Namun, perihal permintaan maaf pelaku, ia menyerahkan sepenuhnya kepada perawat yang dianiaya.

Fakta apa saja yang dijadikan polisi untuk menjerat pelaku sebagai tersangka?

Bagaimana kondisi terkini perawat yang sempat dianiaya?

Untuk menjawabnya, kami akan berbincang dengan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang , Kompol Tri Wahyudi.

Serta Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Harif Fadillah. 

Penulis : Dea Davina





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:58
PRESIDEN FILIPINA RODRIGO DUTERTE TEGASKAN TIDAK AKAN MENARIK SEJUMLAH KAPALNYA DARI LAUT CHINA SELATAN   BNPB IMBAU MASYARAKAT NIAS BARAT TETAP WASPADA DAN HINDARI BANGUNAN YANG RETAK PASCAGEMPA BERMAGNITUDO 6,7   BNPB SEBUT GEMPA BERMAGNITUDO 6,7 YANG MENGGUNCANG NIAS BARAT BERLANGSUNG SELAMA 5 DETIK   BMKG: TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI, INTENSITAS GETARAN GEMPA NIAS BARAT BERAGAM   BMKG: ADA 15 KALI GEMPA SUSULAN PASCAGEMPA BERMAGNITUDO 6,7 MENGGUNCANG NIAS BARAT   BMKG MUTAKHIRKAN KEKUATAN GEMPA BUMI YANG MENGGUNCANG NIAS BARAT DARI MAGNITUDO 7,2 MENJADI MAGNITUDO 6,7   PEMERINTAH: 14 MEI 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 15.439.974 SPESIMEN   HINGGA 14 MEI 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 86.842 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI, ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 107 KASUS, TOTAL 47.823 KASUS   SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH HARI INI BERTAMBAH 3.807 ORANG, TOTAL 1.592.886 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI DI INDONESIA ADA PENAMBAHAN 2.633 KASUS POSITIF KORONA, TOTAL 1.734.285 KASUS   PENGUNJUNG TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL JAKARTA PADA HARI KEDUA LEBARAN MENCAPAI 39.000 ORANG   TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII) DIKUNJUNGI 14.000 WISATAWAN PADA LIBUR LEBARAN HARI KEDUA   PAKAR HUKUM PIDANA USAKTI ABDUL FICKAR HADJAR SEBUT 75 PEGAWAI KPK YANG DIBEBASTUGASKAN BISA AJUKAN GUGATAN KE PTUN