Kompas TV nasional sosial

Cerita Doni Monardo Tentang Tanaman dan Mitigasi Bencana

Sabtu, 27 Maret 2021 | 18:00 WIB
cerita-doni-monardo-tentang-tanaman-dan-mitigasi-bencana
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo saat memberi sambutan di sidang gelar Doktor Honoris Causa dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (27/3/2021). (Sumber: YouTube IPB TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menjelaskan pengalamannya sebagai prajurit TNI membuat dirinya mengenal berbagai macam tanaman.

Doni menceritakan saat bertugas di Kopassus hampir 50 persen hidupnya dihabiskan di hutan. Baik dalam tugas operasi maupun saat latihan.

Bahkan saat kejadian pada 1988 dirinya selamat dari seragan roket lantaran berlindung di lubang pohon besar tersebut.

Baca Juga: Doni Monardo Targetkan Indonesia Bebas Covid-19 Pada 17 Agustus 2021

“Berkat pengetahuan tentang tanaman saya terbantu saat menjadi Kepala BNPB,” ujarnya saat sambutan sidang gelar Doktor Honoris Causa dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (27/3/2021).

Doni menjelaskan pohon sangat bermanfaat dalam mitigasi bencana. Ia mencontohkan untuk mitigasi di daerah longsor dengan kemiringan lereng di atas 30 derajat bisa menanam beberapa jenis pohon yang berakar kuat seperti Sukun, Aren, Alpokat dan Kopi.

Untuk menahan longsor dengan kemiringan yang sangat curam bisa ditamam tanaman Akar Wangi.

“Menghindari kerusakan hutan akibat kebakaran hutan dan lahan bisa menanam pohon Laban, Sagu dan Aren,” ujar Doni.

Baca Juga: Kepala BNPB Doni Monardo Dapat Gelar Doktor Honoris Causa dari IPB

Mitigasi bencana tsunami juga dapat menggunakan tanaman. Untuk mereduksi dampak tsunami bisa menanam pohon Palaka, Beringin, Bakau, Waru, Jabon, Ketapang dan Cemara yang memiliki akar kuat.

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:06
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19