Kompas TV internasional kompas dunia

Studi Ungkap Antibodi dan Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona

Jumat, 5 Maret 2021 | 22:18 WIB
studi-ungkap-antibodi-dan-vaksin-covid-19-kurang-efektif-lawan-varian-baru-virus-corona
Ilustrasi mutasi Virus Corona B-177 dari Inggris. Sebuah penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis menunjukkan tiga varian baru virus penyebab COVID-19 yang menyebar dengan cepat dapat menghindari antibodi yang bekerja melawan bentuk asli dari virus pemicu pandemi tersebut (Sumber: kompas.com)

CHICAGO, KOMPAS.TV - Sebuah penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis menunjukkan tiga varian baru virus penyebab Covid-19 yang menyebar dengan cepat dapat menghindari antibodi yang bekerja melawan bentuk asli dari virus pemicu pandemi tersebut.

Guna menganalisis apakah varian baru itu mampu menghindari antibodi yang dibuat untuk melawan bentuk asli virus tersebut, para peneliti menguji kemampuan antibodi untuk menetralkan tiga varian virus di laboratorium, seperti dilansir Xinhua, Jum'at (05/03/2021).

Para peneliti menguji varian virus tersebut terhadap antibodi di dalam darah pasien yang sudah sembuh dari infeksi SARS-CoV-2 atau sudah divaksinasi dengan vaksin Pfizer.

Mereka juga menguji antibodi di dalam darah tikus, hamster, dan monyet yang telah divaksinasi dengan vaksin COVID-19 eksperimental. Vaksin yang dikembangkan di Fakultas Kedokteran Universitas Washington itu dapat diberikan melalui hidung.

Baca Juga: Tenang, Varian Baru Corona B117 Tidak Mempengaruhi Tingkat Keparahan Pasien Covid-19

Varian B.1.1.7 (ditemukan di Inggris) dapat dinetralkan menggunakan level antibodi yang sama seperti yang diperlukan untuk menetralkan virus asli. Tetapi dua varian lainnya membutuhkan 3,5 hingga 10 kali lebih banyak antibodi untuk netralisasi.

Para peneliti kemudian menguji antibodi monoklonal: replika antibodi individu yang diproduksi secara massal yang sangat baik untuk menetralkan virus asli. Ketika para peneliti menguji varian virus baru terhadap panel antibodi monoklonal, hasilnya berkisar dari sangat efektif hingga sama sekali tidak efektif.

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:30
BMKG DORONG PEMDA TINGKATKAN MITIGASI DAN KEWASPADAAN WARGA TERHADAP BENCANA   WAGUB BANTEN MINTA TUGU PAMULANG DI BUNDARAN JALAN SILIWANGI, TANGSEL, DIBONGKAR AGAR TAK JADI POLEMIK   BANYAK PHK AKIBAT PANDEMI, PRESIDEN JOKOWI MINTA KEPALA DAERAH MEMPERBANYAK PROGRAM PADAT KARYA   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL: GERAKAN PRAMUKA HARUS TUMBUHKAN JIWA KEPEMIMPINAN   POLRI TERUS KEJAR KKB YANG DIDUGA MEMBAKAR HELIKOPTER MILIK PT ERSA AIR DI BANDARA AMINGGARU, PAPUA    BPOM: KOMPONEN UTAMA PEMBUATAN VAKSIN NUSANTARA DIIMPOR DARI AMERIKA SERIKAT    MENKO POLHUKAM MAHFUD MD INGATKAN KEPALA DAERAH HINDARI PERILAKU KORUPTIF DAN DAPAT JALANKAN AMANAH   MENTERI PPPA: POLIGAMI TANPA PENGETAHUAN, AWAL MULA PERLAKUAN SALAH KEPADA PEREMPUAN   MENDAGRI TITO KARNAVIAN: PENAMBAHAN KASUS POSITIF COVID-19 HARUS JADI PERHATIAN PEMDA SETIAP HARI   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA KEPALA DAERAH JADI "ROLE MODEL" PENEGAKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19   PRESIDEN JOKOWI INGIN KEPALA DAERAH PRIORITASKAN PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19   PRESIDEN SEBUT PEMULIHAN EKONOMI DI DAERAH SEBAIKNYA TIDAK DILAKUKAN SECARA TERGESA-GESA   PRESIDEN JOKOWI SEBUT ANGKA KESEMBUHAN COVID-19 RI DI ATAS RATA-RATA ASIA BAHKAN DUNIA   KASUS PENGADAAN CITRA SATELIT, KPK DALAMI ADANYA PENERIMAAN SEJUMLAH UANG