Kompas TV nasional peristiwa

Meski Penolakan Cukup Tinggi, Pemerintah Targetkan 1 Juta Vaksinasi Tiap Harinya

Rabu, 24 Februari 2021 | 09:58 WIB
meski-penolakan-cukup-tinggi-pemerintah-targetkan-1-juta-vaksinasi-tiap-harinya
KH Anwar Manshur Lirboyo disuntik vaksin Sinovac di kantor NU Jatim. (Sumber: Dok. Nahdlatul Ulama)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan penerima vaksin mencapai 1 juta per hari pada Bulan Juni. Saat ini baru 700 ribu per hari. "Kita prioritaskan di Jawa dan Bali karena karena kasusnya tertinggi sampai 67 persen," kata  Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rondonuwu ketika diwawancara di program "Kompas Pagi" di Kompas Tv, Rabu (24/2/2021). 

Saat ini, sasaran yang divaksin adalah para lansia yang jumlahnya mencapai 21 juta orang. "Bulan April semua sasaran bisa divaksin," jelas Maxi. 

Untuk memudahkan vaksinasi, pihak Kemenkes menggandeng beberapa pihak seperti mal sebagai tempat vaksinasi. Tujuannya, agar lokasi dan orang yang akan divaksin dekat. "Jadi, bagaimana akses kami dekatkan, kami bekerjasama dengan mal," tambahnya.

Baca Juga: Tokoh Lintas Agama Divaksin di Masjid Istiqlal, Menkes Mengaku Kagum

Namun di sisi lain, penolakan vaksin di tengah masyarakat pun masih terbilang tinggi. Hasil survei Indikator Politik menyebutkan, 41 persen masyarakat menolak vaksin Covid-19. 

Hal ini yang membuat anggota Komisi IX DPR  Saleh Partaonan Daulay mengingatkan. Bahwa  fakta ini harus jadi parhatian pemerintah, agar lebih masif mensosialisasikan vaksin Covid-19 ke tengah masyarakat.

 
"Menurut saya, ini adalah temuan yang serius. Ternyata ada banyak masyarakat tidak mau divaksin. Jumlahnya mencapai 41 persen. Karena itu, temuan ini tidak boleh dianggap remeh. Pemerintah harus bekerja keras untuk meyakinkan masyarakat agar ikut vaksinasi,” kata Saleh dalam rilisnya, Senin (22/2/2021).

Penulis : Iman Firdaus




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:30
KETUA DPR PUAN MAHARANI PASTIKAN DPR SEGERA TETAPKAN PROLEGNAS PRIORITAS 2021   WAKIL KETUA KOMISI III DPR AHMAD SAHRONI MINTA JAKSA AGUNG TAK TUTUP RUANG DISKUSI SOAL KASUS SEMANGGI I DAN II   MENTERI PPPA MINTA DUKUNGAN KEMENKUMHAM UNTUK PERCEPAT PENGESAHAN RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL   WALI KOTA BEKASI PASTIKAN TAK AKAN SELENGGARAKAN PAWAI MAUPUN HAJATAN DALAM MERAYAKAN HARI JADI KOTA BEKASI   MAHKAMAH AGUNG KABULKAN PERMOHONAN PK YANG DIAJUKAN GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN SOAL IZIN REKLAMASI PULAU I   MENKO POLHUKAM: PEMERINTAH TERBUKA JIKA ADA PIHAK YANG MEMILIKI BUKTI PENEMBAKAN 6 LASKAR FPI PELANGGARAN HAM BERAT   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MENGAKU PRESIDEN DAN PEMERINTAH TAK IKUT CAMPUR DALAM PENYIDIKAN TEWASNYA 6 LASKAR FPI   TEMUI PRESIDEN, TIM PENGAWAL PERISTIWA PEMBUNUHAN MINTA KASUS KEMATIAN 6 LASKAR FPI DIBAWA KE PENGADILAN HAM   KETUA KCP PEN AIRLANGGA HARTARTO: ANGGARAN KESEHATAN KCP PEN 2021 MENINGKAT HAMPIR 300 PERSEN DARI TAHUN SEBELUMNYA   DISUNTIK VAKSIN COVID-19, WALI KOTA JAKARTA BARAT UUS KUSWANTO MENGAKU TAK ALAMI EFEK SAMPING   BPOM: VAKSIN COVID-19 ASTRAZENECA BISA DIBERIKAN KEPADA KELOMPOK LANSIA   BPOM: KEMANJURAN VAKSIN COVID-19 ASTRAZENECA SEBESAR 62,1 PERSEN   BPOM TERBITKAN IZIN PENGGUNAAN DARURAT VAKSIN COVID-19 ASTRAZENECA   KORUPSI PENGADAAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI, KPK PANGGIL DIRUT PT BHUMI PRASAJA, RASJID ANSHARRY