Kompas TV nasional hukum

Oknum TNI-Polri Beri Amunisi Senjata ke KKB Papua, Pengamat: Itu Pengkhianatan!

Rabu, 24 Februari 2021 | 06:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dua oknum polisi dan satu oknum TNI ditangkap karena diduga terlibat penjualan senjata dan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Mabes Polri menyatakan keterlibatan oknum lain tengah diselidiki.

Semua terduga pelaku dijerat dengan undang-undang darurat penyalah-gunaan senjata api dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup hingga sanksi pemecatan.

Pengamat Militer UNPAD, Muradi, menilai polisi yang menjual senjata kepada KKB patut dijatuhi hukuman berat.

Selain polisi, sejumlah warga juga ditangkap petugas karena turut terlibat.

Pengamat menegaskan tindakan itu adalah pengkhianatan terhadap pemerintahan Indonesia.

“Itu masuk kategori berkhianat. Karena senjata tersebut digunakan untuk melawan negara,” tegas Muradi.

Anggota Komisi I DPR juga menyebut aparat keamanan yang menjual senjata sudah menghianati rakyat.

Aparat sudah disumpah untuk melindungi rakyat.

DPR menduga ada jaringan dan pemodal sehingga aparat berani menjual senjata ke kelompok kriminal.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Maluku menangkap dua oknum polisi dan satu oknum TNI yang diduga terlibat penjualan senjata dan amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Satu oknum anggota tni yang terlibat penualan ratusan amunisi, sudah ditahan dan diperiksa di Markas Polisi Militer Angkatan Darat Kodam XVI Patimura.

Tidak hanya oknum TNI dan polisi, warga sipil juga ditangkap karena terlibat penjualan senjata.

Penulis : Reny Mardika





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:55
MUNCUL BIBIT SIKLON TROPIS 94W, BPBD DKI KELUARKAN PERINGATAN CUACA EKSTREM PADA 15-16 APRIL 2021   34 NAPI TERORISME DARI JAD HINGGA SIMPATISAN ISIS UCAPKAN IKRAR SETIA KEPADA NKRI DI LAPAS GUNUNG SINDUR, BOGOR   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MEMINTA PARA OBLIGOR BLBI SECARA SUKARELA MEMBAYAR UTANG KEPADA NEGARA   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD: UTANG BLBI KEPADA NEGARA MENCAPAI LEBIH DARI RP 110 TRILIUN   DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI: PELAYANAN PASPOR KOLEKTIF "EAZY PASSPORT” TETAP BERJALAN SELAMA BULAN RAMADAN   KPK TETAPKAN MANTAN & ANGGOTA DPRD JABAR SEBAGAI TERSANGKA KASUS SUAP PENGURUSAN DANA PROVINSI UNTUK INDRAMAYU   KEPALA BPOM: SEHARUSNYA VAKSIN NUSANTARA MELALUI TAHAPAN “PRECLINIC” SEBELUM MASUK UJI KLINIK TAHAP I   KEPALA BPOM SEBUT PROSES PEMBUATAN VAKSIN NUSANTARA MELOMPATI PROSES YANG TELAH DISEPAKATI   TOTAL WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 4.225: 3.316 SEMBUH, 181 MENINGGAL DUNIA, DAN 728 DALAM PERAWATAN   HINGGA 15 APRIL 2021, PASIEN COVID-19 DI INDONESIA MENCAPAI 1.589.359 ORANG, 1.438.254 SEMBUH, DAN 43.073 MENINGGAL DUNIA   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO MINTA TIM VAKSIN NUSANTARA SEBAIKNYA BERKOORDINASI DENGAN BPOM   SATGAS COVID-19: VAKSIN NUSANTARA DIKEMBANGKAN DI AMERIKA SERIKAT DAN DIUJI COBA DI INDONESIA    DUBES ARAB SAUDI UNTUK INDONESIA OPTIMISTIS IBADAH HAJI TAHUN INI TETAP DISELENGGARAKAN DENGAN KUOTA TERBATAS    PRESIDEN BERHARAP ZAKAT DAPAT DIGUNAKAN UNTUK BANTU MASYARAKAT TERDAMPAK PANDEMI COVID-19