Kompas TV regional berita daerah

Polda Jabar Akan Panggil Rizieq Shihab 10 Desember Soal Kerumunan di Mega Mendung

Jumat, 4 Desember 2020 | 14:26 WIB

BANDUNG, KOMPAS.TV - Kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan akibat adanya kerumanan di acara yang dihadiri Rizieq Shihab di sejumlah wilayah terus didalami pihak kepolisian.

Penyidik dari Polda Jawa Barat telah menjadwalkan pemanggilan Pemimpin FPI Rizieq Shihab untuk memberikan keterangan sebagai saksi pada 10 Desember mendatang.

Pemanggilan Rizieq bertujuan untuk menggali keterangannya dalam kasus kerumunan yang terjadi di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu soal kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, polisi telah memeriksa Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Polisi akan melakukan penjadwalan ulang untuk pemeriksaan petugas tenda di acara pernikahan anak Rizieq Shihab di Petamburan.

Pemeriksaan dilakukan pasca Polda Metro jaya mulai menyidik kerumunan di Petamburan dengan dugaan adanya kasus pidana pelanggara protokol kesehatan.

Sebelumnya surat pemanggilan terhadap pemimpin FPI Rizieq Shihab terus dikirim penyidik Polda Metro Jaya.

Namun sayangnya saat hendak memberikan surat pemanggilan kedua terhadap Rizieq Shihab, Laskar FPI sempat menghalangi polisi.

Surat panggilan kedua ini diberikan setelah Rizieq tidak memenuhi panggilan pertama penyidik Polda Metro jaya terkait kerumunan di Petamburan bebera waktu lalu.

Lembaga ketahanan nasional RI menilai komponen masyarakat tidak memiliki kewenangan menghalangi tugas aparat pemerintah.

Gubernur Lemhanas, Agus Wijoyo menyatakan seluruh warga negara wajib mematuhi perundang-undangan yang berlaku dan sebagai penegak hukum yang sedang menjalankan undang-undang, Polri tidak boleh kalah.

Penulis : Reny Mardika


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:13
KEMENKEU AJAK KEMENTERIAN DAN LEMBAGA ASURANSIKAN BARANG MILIK NEGARA    POLRI IMBAU MASYARAKAT HATI-HATI PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI   PEMPROV DKI DIBANTU POLISI DALAMI MOTIF PENARIKAN PAKSA KABEL LISTRIK DI RUMAH POMPA DUKUH ATAS, JAKPUS    PEMPROV BABEL JADIKAN BALAI BENIH PERTANIAN PALEMPANG PUSAT PEMBIBITAN PORANG   MAHKAMAH AGUNG: HANYA 8 PERSEN PERMOHONAN PK KORUPTOR YANG DIKABULKAN   KEMENDAGRI MINTA PEMDA SEGERA REALISASIKAN APBD 2021 UNTUK KESEHATAN DAN EKONOMI    MENTERI PPPA PASTIKAN PEREMPUAN DAN ANAK DI PENGUNGSIAN BENCANA AMAN DAN NYAMAN   PEMPROV BABEL PINDAHKAN PASIEN DARI WISMA KARANTINA ASRAMA HAJI KE RS INFEKSI DAN KARANTINA COVID-19   IDI: STRATEGI PENANGANAN DI HULU AKAN TENTUKAN PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI TANAH AIR   MENRISTEK: PENGEMBANGAN VAKSIN COVID-19 DALAM NEGERI PERLU PERHATIKAN ASPEK AMAN DAN TERJANGKAU    MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: VAKSIN MERAH PUTIH MENJAGA KEBERLANJUTAN KEKEBALAN MASSAL DI TANAH AIR   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: TUGAS PEMERINTAH BANTU AKSELERASI PEMBELAJARAN TERUTAMA SAAT PANDEMI COVID-19   MENDIKBUD PASTIKAN SEMUA GURU HONORER BISA IKUTI SELEKSI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) 2021   BNPB MINTA PEMDA SEGERA SELESAIKAN DATA RUMAH RUSAK PASCAGEMPA SULAWESI BARAT