Kompas TV regional berita daerah

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, 2 Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan di Sleman

Selasa, 24 November 2020 | 18:22 WIB
tak-ada-angin-tak-ada-hujan-2-pemuda-jadi-korban-pengeroyokan-di-sleman
Ilustrasi kriminalitas pengeroyokan di Sleman (Sumber: -)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Tak ada yang tahu apa penyebab Novan Julitusta (22) dan Muhammad Bahruzal (18) menjadi korban pengeroyokan saat berhenti dan menunggu lampu APILL menyala hijau di Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Sabtu (21/11/2020) pagi. Peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat keduanya berboncengan motor dalam perjalanan menuju Magelang, Jawa Tengah.

Kejadian pengeroyokan itu bermula saat tiba-tiba tiga dari lima orang pelaku keluar dari mobil. Mereka menanyakan tujuan Novan dan memaksanya untuk menunjukkan bukti pesan di WhatsApp.

Salah satu pelaku langsung memukul Novan dengan tangan kosong dan mengenai bibir. Muhammad yang melihat temannya terluka pun merasa ketakutan.

Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Maut

Ia lari untuk meminta pertolongan. Akan tetapi, lima orang pelaku justru mengejar dan berhasil menangkapnya. Ia diseret kembali ke simpang empat Kronggahan. Di tempat yang sama, para pelaku mengeroyok Muhammad.

Akibat pengeroyokan ini, Novan mengalami luka memar dan robek pada bibir bagian atas, sedangkan Muhammad mengalami luka memar pada bagian bahu kanan dan pinggang. Kedua korban yang merupakan warga Palbapang Bantul ini melaporkan kejadian pengeroyokan itu ke polisi.

“Kami belum tahu motif pelaku pengeroyokan, mereka juga tidak saling kenal hanya bertemu saat menunggu lampu merah,” ujar Kapolsek Gamping Kompol Heribertus Aan Andrianto melalui Kanit Reskrim Polsek Gamping Iptu Tito Satria, Selasa (24/11/2020).

Penulis : Switzy Sabandar


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:05
POLISI SELIDIKI UNSUR PIDANA IZIN 2 PERUMAHAN DI LOKASI LONGSOR SUMEDANG   KPK PERPANJANG MASA PENAHANAN MANTAN MENTERI KP EDHY PRABOWO 30 HARI   KASUS PROYEK JEMBATAN WATERFRONT CITY, KPK DALAMI DUGAAN KETERLIBATAN EKS BUPATI KAMPAR JEFRY NOER   KASUS SUAP BANSOS, KPK DALAMI DUGAAN PEMBERIAN UANG KE SEJUMLAH PIHAK DI KEMENSOS   KOMPOLNAS MINTA PUBLIK TAK SALAH TAFSIRKAN PAM SWAKARSA YANG INGIN DIHIDUPKAN LAGI OLEH KOMJEN LISTYO SIGIT   FORMULA E 2021 RESMI DITUNDA, GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN JAMIN "COMMITMENT FEE" RP 560 MILIAR TAK HILANG   OMBUDSMAN: ADA POTENSI KENAIKAN PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN DENGAN DIHAPUSNYA DENDA PROGRESIF   SATGAS COVID-19 MALUKU PASTIKAN FASILITAS KESEHATAN UNTUK PASIEN COVID-19 AMAN   KEMENKES: SEBANYAK 20.154 TENAGA KESEHATAN BELUM BISA DISUNTIK VAKSIN COVID-19   KEMENDAGRI MINTA PEMDA DUKUNG VAKSINASI COVID-19 LEWAT ALOKASI ANGGARAN APBD   JUBIR VAKSINASI: TENAGA KESEHATAN YANG TERDAFTAR SEBAGAI PESERTA VAKSINASI COVID-19 TAK LAGI TERIMA SMS   WAGUB JATIM EMIL DARDAK: KASUS COVID-19 DI JAWA TIMUR MELONJAK 3 KALI LIPAT   PEMPROV DKI SIAPKAN LAHAN 1,2 HEKTAR DI SRENGSENG SAWAH, JAKSEL, UNTUK PEMAKAMAN JENAZAH PASIEN COVID-19   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL USUL DATA PENERIMA VAKSIN COVID-19 DIATUR PEMDA