Kompas TV nasional berita kompas tv

Refly Harun Jalani Pemeriksaan sebagai Saksi Terkait Kasus Ujaran Kebencian Gus Nur

Rabu, 4 November 2020 | 08:40 WIB

KOMPAS.TV - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun diperiksa Bareskrim Polri. Refly diperiksa sebagai saksi kasus dugaan ujaran kebencian dengan tersangka Sugi Nur (03/11/2020).

Refly dipanggil terkait dengan video konten wawancara dirinya dengan Sugi Nur Rahardja atau kerap dikenal dengan nama Gus Nur. Refly mengatakan proses penyidikan terhadap isi konten video tersebut masih berjalan. 

Ia meminta agar publik tidak langsung menghakimi konten tersebut. Menurut Refly, konten yang diunggah Sugi Nur tidak mengandung ujaran kebencian, karena memiliki banyak tema pembahasan.

"Jadi begini, kontennya itu kita tidak boleh men-judgement, ya. Konten kan masih dalam proses penyidikan itu konten ya. Jadi jangan ada seolah-olah bahwa kontennya itu sudah pasti bersalah," tutur Refly saat diwawancara sebelum masuk ke ruang pemeriksaan Bareskrim Polri. 

Video itu menuai polemik karena pernyataan Gus Nur yang diduga sebagai bentuk ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama. 

Polisi menjerat Sugi Nur dengan UU ITE dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun penjara.

Penangkapan terhadap Gus Nur atas sejumlah pelaporan ke Bareskrim Polri, di antaranya dari Ketua pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Cirebon, Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor Kabupaten Pati. 

Gus Nur ditangkap di rumahnya, di Malang, Jawa Timur, pada 24 Oktober 2020.

Ia dilaporkan karena diduga menghina NU dalam sebuah video wawancara dengan Refly Harun. Video tersebut diunggah dalam akun Youtube Munjiat Channel pada Jumat, (16/10/2020).

Gus Nur mengumpamakan NU sebagai bus umum yang supirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan dan isi busnya adalah PKI, liberal dan sekuler.

Penulis : Anjani Nur Permatasari


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:12
SEJAK JANUARI 2021, POLDA METRO JAYA MENERIMA 10 LAPORAN POLISI & MENETAPKAN 15 TERSANGKA KASUS EKSPLOITASI ANAK   KEMENTERIAN PPPA MENGAPRESIASI UPAYA POLDA METRO JAYA DALAM MENGUNGKAP KASUS EKSPLOITASI ANAK   NOVEL BASWEDAN BERHARAP KAPOLRI BARU BISA UNGKAP KASUS PENYIRAMAN AIR KERAS TERHADAP DIRINYA   KOMPOLNAS DORONG POLISI PELAKU PENEMBAKAN DI CENGKARENG DIPIDANA DENGAN PASAL BERLAPIS   GUBERNUR ANIES BASWEDAN & RIDWAN KAMIL RAIH PENGHARGAAN TOKOH PEMBERDAYAAN 2020 DARI RUMAH ZAKAT   PEMDA YOGYAKARTA OPTIMISTIS SEKOLAH TATAP MUKA DAPAT DIGELAR PADA JULI 2021   PRESIDEN JOKOWI BERHARAP VAKSINASI COVID-19 KEPADA AWAK MEDIA DILAKSANAKAN DI SELURUH INDONESIA   PRESIDEN JOKOWI PANTAU KEGIATAN VAKSINASI COVID-19 TERHADAP AWAK MEDIA YANG BERLANGSUNG DI STADION GBK, JAKARTA   DIREKTUR ICJR ERASMUS NAPITUPULU MINTA PEMERINTAH PRIORITASKAN VAKSINASI PADA LAPAS DAN RUTAN YANG PADAT   PLT JUBIR KPK ALI FIKRI SEBUT PIHAKNYA TELAH MELAKUKAN VAKSINASI COVID-19 TERHADAP 39 TAHANAN KASUS KORUPSI   WAPRES MA'RUF AMIN TARGETKAN SEBANYAK 1 JUTA WARGA DISUNTIK VAKSIN COVID-19 PER HARI   SATGAS COVID-19: 10 KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA MEMILIKI KASUS AKTIF COVID-19 TERTINGGI DI INDONESIA, SOLO PERTAMA   SATGAS COVID-19: HINGGA SAAT INI, 853.745 TENAGA KESEHATAN SUDAH DIVAKSINASI DOSIS KEDUA, 1.461.920 DOSIS PERTAMA   HINGGA 25 FEBRUARI 2021, KASUS COVID-19 DI INDONESIA MENCAPAI 1.314.634, 1.121.411 SEMBUH, DAN 35.518 MENINGGAL DUNIA