> >

Sebelum Kasus Bjorka, Ini Deretan Situs Pemerintah yang Dibobol Hacker hingga Pertengahan 2022

Internet | 11 September 2022, 10:58 WIB
Ilustrasi hacker. Ini deretan situs pemerintahan yang pernah dibobol peretas sepanjang 2022 (Sumber: Kompas.com)

Akibatnya, situs Kostrad tidak diaktifkan selama beberapa hari.

Kendati demikian, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Tatang Subarna mengatakan meski diretas, data di situs tersebut aman.

"Sejauh ini data-data aman, namun tampilan depan yang berubah dan tidak bisa diakses,"  ujar Tatang.

2. Kejari Garut

Situs Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Jawa Barat pernah diretas oleh pihak yang mengatasnamakan sebagai pemilik akun Instagram @opposite.68890.bytes.

Pada 3 Agustus 2022, sekitar pukul 13.00 WIB, situs kejari-garut.go.id sempat menampilkan sejumlah gambar dan informasi terkait perkara kematian Brigadir J.

Sempat pula ditampilkan kronologi kematian Brigadir J hingga lampiran Surat Perintah Satgassus Merah Putih 2022.

Akibat peretasan tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejari Garut Irwan Ganda Saputra menyebut pelayanan publik menjadi kacau.

"Informasi seperti layanan tilang dan lainnya lumpuh, tindakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu mengacaukan pelayanan publik," ucap Irwan dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Digital Forensik: Data Bjorka Tidak Berkualitas, Klaimnya Dokumen Surat Presiden tapi Tabel Database

3. Situs Akpol

Melansir Kompas TV, pada Kamis (24/3/2022) situs Akademi Kepolisian (Akpol) beralamat akpol.polri.go.id diretas oleh hacker tidak dikenal.

Situs tersebut sempat menampilkan iklan judi online bergambar nuansa pornografi.

Situs judi yang tampak dalam laman Akpol yang diretas beralamat judihub88.com. Peretasan diketahui terjadi sekitar 09.00 WIB hingga menjelang siang.

4. Ditjen Imigrasi 

Situs resmi Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, www.imigrasi.go.id diretas pada 3 Januari 2022 lalu.

Saat itu laman utama www.imigrasi.go.id tak bisa diakses.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara menjelaskan masyarakat tak perlu khawatir karena data dalam situs aman.

Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV, Berbagai Sumber


TERBARU