> >

Studi Microsoft: Tingkat Kesopanan Warganet Indonesia Terburuk Se-Asia Tenggara

Internet | 25 Februari 2021, 13:20 WIB
Ilustrasi perangkat laptop ponsel jaringan internet, media sosial. (Sumber: Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Microsoft merilis laporan terbaru Digital Civility Index (DCI) yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet saat berkomunikasi di dunia maya.

Dalam riset ini, tingkat kesopanan pengguna internet di Indonesia memburuk delapan poin ke angka 76, dan menempatkan warganet Indonesia di urutan terbawah se-Asia Tenggara. Semakin besar poin yang didapatkan, berarti semakin buruk tingkat kesopanan.

Riset dilakukan di bulan April dan Mei 2020 terhadap 503 responden yang dibagi merata ke dalam kelompok usia remaja dan dewasa. Para responden diberikan pertanyaan untuk empat kategori: perilaku, seksual, reputasi, dan personal atau gangguan.

Kemunduran tingkat kesopanan paling banyak didorong pengguna usia dewasa dengan persentase 68 persen. Sementara usia remaja disebut tidak berkontrubusi dalam mundurnya tingkat kesopanan digital di Indonesia pada 2020.

Baca Juga: Internet Tercepat di Indonesia Ternyata Bukan di Jakarta tapi Tangerang, Ini Daftarnya

Hoaks dan perundungan (bullying) pengaruhi risiko kesopanan warganet

Ada tiga faktor yang memengaruhi risiko kesopanan di Indonesia. Pengaruh paling tinggi adalah hoaks dan penipuan yang naik 13 poin ke angka 47 persen. Kemudian, faktor ujaran kebencian naik 5 poin, menjadi 27 persen. Yang ketiga adalah diskriminasi sebesar 13 persen, mengalami penurunan sebanyak 2 poin dibanding tahun lalu.

Selain itu, lima dari 10 responden juga mengaku pernah terlibat perundungan. 19 persen responden mengaku sebagai target perundungan. Kelompok Milenial, dengan persentase sebesar 54 persen, jadi generasi yang paling terpukul akibat perundungan.

Dari lingkungan kerja, sebanyak 12 persen responden mengaku pernah menjadi target perundungan dan kekerasan di tempat kerja.

Baca Juga: Youtuber Ferdian Paleka alami Trauma Setelah adanya Perundungan

Kabar baik: Meningkatnya empati

Di sisi lain, empat dari 10 responden mengaku tingkat kesopanan digital di Indonesia membaik selama pandemi. Hal itu didorong oleh rasa kebersamaan yang lebih besar di saat pandemi dan melihat warganet saling tolong-menolong secara online.

Kemudian laporan ini menyebut bahwa nilai empati di Indonesia naik 11 poin. Di Indonesia, media sosial menjadi kontributor terbesar dalam memengaruhi tingkat kesopanan digital dengan tingkat kontribusi sebesar 59 persen.

Berita di media menjadi kontributor kedua dengan persentase 54 persen. Selain itu, kontribusi tingkat kesopanan digital juga didorong oleh lembaga pemerintah 48 persen, lembaga pendidikan 46 persen, dan lembaga agama 41 persen.

Baca Juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat, Pengguna Facebook Bekasi Raya Terbanyak Kedua di Dunia

Secara global, negara dengan tingkat kesopanan digital tertinggi adalah Belanda dengan 51 poin.

Sedangkan untuk negara-negara di Asia Tenggara, urutan pertama ditempati oleh warganet Singapura yang juga berada di peringkat keempat secara global, dengan total 59 poin.

Kemudian Malaysia ada di urutan kedua dengan 63 poin, diikuti oleh Filipina 66 poin. Thailand menduduki posisi keempat dengan 69 poin, disusul Vietnam di urutan kelima dengan 72 poin, tepat berada di atas Indonesia. Microsoft tidak memaparkan laporan DCI untuk negara Asia Tenggara lainnya.

Penulis : Gempita-Surya

Sumber : Kompas TV


TERBARU