> >

Gerhana Matahari Hibrida Terjadi pada 29 Ramadan 1444 H/2023 M, Ini Lokasi Terbaik untuk Melihatnya

Sains | 7 April 2023, 16:07 WIB
Gerhana matahari hibrida diprediksi akan terjadi di akhir bulan puasa Ramadan 1444 H/2023 M. (Sumber: Universe today)

Gerhana matahari hibrida terakhir kali terjadi di Indonesia pada 1807 silam.

Dikutip dari laman brin.go.id, gerhana matahari ini akan berlangsung selama 3 jam 5 menit mulai dari durasi kontak awal hingga akhir jika diamati dari Biak, Papua, dengan durasi fase tertutup total 58 detik. 

Sementara itu jika diamati dari Jakarta, durasi dari kontak awal hingga akhir adalah 2 jam 37 menit. Namun persentase tertutupnya matahari hanya sebesar 39 persen.

Premana W. Premadi, pengajar astronomi di Institut Teknologi Bandung, mengimbau agar tidak melihat langsung ke arah matahari ataupun fenomena yang menyertainya seperti gerhana matahari. 

"Apalagi jika menggunakan peranti optis seperti binokuler atau teleskop, harus disertai dengan filter khusus matahari (solar filter). Pengamatan tanpa filter matahari dapat membuat gangguan kesehatan mata secara serius, bahkan pada taraf tertentu dapat menyebabkan kebutaan," jelas mantan Kepala Observatorium Bosscha ITB itu, Kamis (6/4/2023).

Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari Hibrid akan Terjadi di Bulan Ramadan 2023, Catat Tanggalnya

Lokasi Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Hibrida 2023

Dikutip dari Antara, gerhana matahari 2023 ini hanya tampak jelas dilihat di wilayah Kabupaten Biak Numfor, Papua dan Pulau Kisar, Maluku.

Diperkirakan penampakan gerhana matahari 2023 ini akan terjadi pada pukul 12.20 WIT atau 10.20 WIB dan puncaknya pada 13.57 WIT atau 11.57 WIB.

Gerhana matahari hibrida juga bisa disaksikan di beberapa wilayah terpencil seperti Pulau Kisar, Pulau Maopora, Pulau Damar, Pulau Watubela, Kampung Antalisa (Fakfak), Randepandai, Roswar, Pulau Num, Wooi, Serui, dan Biak Kota.

 

Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV, brin.go.id, Antara


TERBARU