> >

Membelot Pakai Baju Pendukung Gibran, Kader PKS Didik Hermawan Dicopot dari Jabatan DPRD Solo

Politik | 30 Juli 2020, 16:11 WIB
Tangkapan layar anggota DPRD Solo dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Didik Hermawan memakai baju pendukung Gibran dalam rapat paripurna melalui daring di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020). (Sumber: Youtube Humas DPRD Kota Surakarta)

SOLO, KOMPAS.TV - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, Jawa Tengah, memberi sanksi keras kepada kadernya yang bernama Didik Hermawan.

Bukan tanpa alasan, Didik dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Fraksi PKS di DPRD Solo karena memakai baju khas pendukung calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dalam Rapat Paripurna II di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020).

Pencopotan Didik dari jabatan Sekretaris Fraksi PKS disaksikan Ketua Fraksi PKS Solo, Asih Sunjoto Putro, Ketua Bappilu DPD PKS, Sugeng Riyanto dan Ketua DPD PKS Abdul Ghofar Ismail.

Baca Juga: Gibran-Teguh Tak Lawan Kotak Kosong, PKS Akan Siapkan Calon

"Menyikapi kejadian itu kami dari fraksi telah memanggil saudara Didik. Fraksi PKS DPRD Solo mencabut status Didik sebagai Sekretaris Fraksi PKS DPRD Solo," kata Asih kepada wartawan di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2020), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Di samping itu, Didik tidak dijadikan sebagai juru bicara (jubir) fraksi PKS DPRD Solo selama satu tahun. Dalam forum resmi kedewanan, Didik juga dilarang memakai pakaian yang dikenakan pada saat rapat paripurna, Rabu (29/7/2020).

"Ini yang menjadi keputusan rapat fraksi tadi. Setelah kita mendengarkan kronologis yang disampaikan saudara Didik," ungkap Asih.

Baca Juga: Pilkada Solo Memanas, Cucu Kerajaan Surakarta Siap Tantang Gibran

Anggota DPRD Fraksi PKS Didik Hermawan (tengah) saat dimintai klarifikasi di Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2020). (Sumber: KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Mengaku Spontanitas

Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar Ismail menambahkan, sudah memanggil dan meminta klarifikasi kepada kadernya yang memakai baju pendukung Gibran.

Menurut Ghofar, dari hasil klarifikasi itu Didik mengaku memakai baju pendukung Gibran adalah aksi spontanitas.

"Dari kami untuk sanksi memang diserahkan kepada fraksi. Karena memang kejadiannya dalam forum DPRD. Kita serahkan dan DPTD (Dewan Pimpinan Tingkat Daerah) menyetujui atas sanksi yang diberikan lewat fraksi," ungkap dia.

Ghofar menambahkan, DPD PKS Solo tetap konsisten dalam kebijakan awal yakni menjaga iklim demokrasi tetap sehat. Pihaknya terus berupaya agar dalam Pilkada Solo tidak hanya ada satu calon.

"Maka kita terus berusaha sampai batas akhir pendaftaran membangun koalisi, memunculkan calon wali kota atau calon wakil wali kota yang bisa bersaing dengan calon wali kota atau wakil wali kota dari PDI-P. Ini konsisten kami sejak awal," terang dia.

Baca Juga: Achmad Purnomo Tolak Jadi Bagian Tim Sukses Gibran-Teguh

Karena itu, DPD PKS Solo terus mengingatkan kepada fraksi, seluruh kader agar patuh terhadap kebijakan struktur.

"Perbedaan pendapat monggo silakan. Tetapi ketika struktur sudah mengambil kebijakan maka seluruh kader harus tegak lurus," ungkap dia.

Sementara itu, anggota DPRD Fraksi PKS, Didik Hermawan meminta maaf atas kejadian yang dilakukan pada rapat paripurna.

Dia juga menyampaikan sebagai kader akan taat dan patuh terhadap garis partai di saat partai sudah memberikan keputusan.

"Bukan maksud saya untuk melukai. Saya sebagai kader saya akan taat patuh terhadap garis partai saat memberikan keputusan," terang Didik.

Baca Juga: Ini Reaksi Warga Solo Soal Cawalkot Gibran - ROSI

 

Penulis : fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU