> >

Pengakuan Pembunuh Terapis Surabaya, Tak Mau Bayar hingga Sempat Mau Bakar Mayat Korban

Berita daerah | 18 Juni 2020, 17:18 WIB
Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan terapis pijat di Surabaya yang mayat korbannya dimasukkan dalam kardus. (Sumber: surabaya.tribunnews.com/firman rachmanudin )

"Belum sempat bersetubuh. Dia (korban) minta uang tambahan. Saya akhirnya enggak mau. Tapi korban ngeyel ikut marah," kata dia.

Mereka bertengkar. Korban berteriak minta tolong. YF pun membekap mulut korban.

Tapi, teriakan korban semakin kencang. Karena panik didengar tetangga, YF menusuk leher korban dengan pisau lipat.

"Saya panik. Ambil pisau lipat langsung menusuk leher korban itu. Saya takut digerebek warga kalau dia (korban) teriak terus," kata YF.

Baca Juga: Pembunuhan Perempuan dalam Kardus Lemari Es, Pelaku Terungkap!

Mau Bakar Mayat Korban, tapi...

Pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Terdapat beberapa luka tusukan di leher korban. Setelah itu, YF memasukkan korban ke dalam kardus.

Awalnya, YF berniat membakar korban hingga menjadi abu. Hartoyo mengatakan, tersangka membakar kaki korban menggunakan kompor kecil.

Tapi, niat itu urung dilakukan. Pelaku khawatir api membesar dan membakar rumah.

"Rencananya akan dibakar sampai berabu, tapi karena takut apinya membakar rumah, tersangka kemudian mematikan kompor portable yang digunakan membakar korban," kata Hartoyo.

Hal itu terbukti dengan bekas luka bakar yang terdapat pada kaki kanan korban. Setelah membunuh Monik, pelaku kabur ke rumah bibinya di Ngoro, Mojokerto.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pelaku dikenal sebagai sosok tempramental dan sering melawan orang tua. Hal itu juga diamini pelaku.

Baca Juga: Ada Perbedaan Data Kasus Positif Covid-19 dari Gugus Tugas Jatim dan Surabaya, Kok Bisa?

Penulis : fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU