> >

Pasar Kobong Semarang Ditutup Selama 6 Hari Setelah Ditemukan Ada 26 Kasus Covid-19

Berita daerah | 23 Mei 2020, 16:01 WIB
Ilustrasi Kumpulan Teripang yang dijual di Pasar Ikan (Sumber: Dok Content Creator KompasTV, Yuilyana)

Dinas Kota Semarang kemudian berkomunikasi dengan pemerintah daerah lain, mengingat mobilitas pedagang tinggi. Dinas Kesehatan Demak lalu melakukan rapid test di Pasar Ikan Sayung hingga kemudian ditemukan lima orang reaktif pada Jumat. 

"Dari kasus awal hingga sekarang, kasus (terkait Pasar Kobong) ini jumlahnya sekitar 26 kasus. Penyebaran ini terus kami cegah, termasuk dengan melakukan tes. Sebab, jika tidak, bisa tambah banyak yang akan tertular Covid-19," ujar Hakam.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga meminta para bupati/wali kota untuk mengetatkan protokol di pasar, swalayan, dan mal.

Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, banyak warga yang berkerumun untuk berbelanja keperluan Lebaran.

Baca Juga: Pasar Tanah Abang Ramai Jelang Lebaran, Kasatpol PP DKI: Pedagang Kucing-kucingan dengan Petugas

”Saya pesan kepada bupati/wali kota semua agar diketatkan. Kalau tidak bisa, mal, supermarket, dan pasar ditutup saja. Ini situasi kritis. Banyak orang belanja setelah dapat THR atau bantuan tunai. Ini membahayakan,” tutur Ganjar.

Sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Semarang memperpanjang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) selama 14 hari. PKM tahap kedua di Kota Semarang berlaku 25 Mei-7 Juni 2020.

Menurut data Pemkot Semarang, hingga Sabtu (23/5) pagi, terdapat 349 kasus positif Covid-19 kumulatif dengan rincian 61 dirawat/perbaikan klinis, 251 sembuh, dan 37 meninggal.

Selain itu, 961 pasien dalam pengawasan kumulatif dan 3.555 orang dalam pemantauan kumulatif.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU