> >

Gubernur Khofifah Fasilitasi Pekerja Migran Asal Jatim yang Pulang Kampung dari Luar Negeri

Berita daerah | 12 Mei 2020, 14:27 WIB
Ilustrasi para buruh atau pekerja migran Indonesia (Tenaga Kerja Indonesia/TKI) yang menghuni barak-barak kontrakan (kongsi) di Kawasan Kuang dan Sungai Buluh, Selangor, Malaysia, Kamis (23/4/2020). (Sumber: Dok relawan PCIM Malaysia)

SURABAYA, KOMPAS.TV – Terkait pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Pemprov Jatim memfasilitasi kepulangan mereka.

“Tentu dengan pemeriksaan (screening) kesehatan berlapis seperti rapid test, menggunakan gelang penanda, hingga wajib menjalani isolasi mandiri di desa masing-masing,” ujar Khofifah, saat ditemui Reporter Shinta Maulidya dan Kameramen Yudha Furry dari Kompas TV di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/5/2020).

Baca Juga: Pekerja Migran Pulang ke Indonesia, Migrant CARE Minta Pemerintah Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim juga memfasilitasi akomodasi mulai makanan dan transportasi dari bandara juanda menuju kabupaten dan kota tujuan.

“Koordinasi dengan kabupatan dan kota terus dilakukan untuk dapat memantau para pekerja migran,” tutur Khofifah.

Di tengah larangan mudik tahun ini, Khofifah menjelaskan, untuk pekerja migran asal Jatim tetap diperbolehkan pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Namun tetap dengan pengawasan ketat oleh petugas dan wajib menjalani isolasi mandiri 14 hari sebelum pulang ke rumah.

Khofifah mengatakan, hari ini ada sekitar 5000 orang yang dikarantina di desa-desa, termasuk di antaranya para pekerja migran.

Ia menyebutkan, bulan ini setidaknya akan ada lebih dari 5000 pekerja migran yang pulang ke Jatim.

Untuk itu, salah satu persiapan yang dilakukan adalah menyediakan gedung observasi berisi ratusan bed di Gedung Balai Diklat Jatim.

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU