> >

Muncul Semburan Air Panas Usai Gempa di Bawean, Ini Penjelasan Ahli

Jawa timur | 23 Maret 2024, 21:45 WIB
Semburan air panas yang keluar di Bawean, Jumat (22/3/2024). (Sumber: Dokumentasi warga via Kompas.com)

GRESIK, KOMPAS.TV - Semburan lumpur dan air panas muncul di Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur usai gempa pada Jumat (22/3/2024) lalu. Semburan air sempat menggenangi halaman sekolah di lokasi kejadian.

Salah satu warga setempat, Badrus mengungkapkan semburan air tersebut muncul pada Jumat (22/3) sore setelah gempa. Mulanya, lumpur menyembur dari lokasi kejadian, kemudian berubah menjadi air panas.

"Ada sekitar delapan titik lubang yang mengeluarkan semburan lumpur dan air warna abu-abu, setelah gempa pada Jumat (22/3/2024) sore. Kawasan sekolah, tergenang air bercampur lumpur sekitar lima sentimeter akibat semburan," kata Badrus, Sabtu (23/3).

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG 24 Maret 2024: DKI Jakarta Berpotensi Mengalami Cuaca Ekstrem

Badrus menyampaikan, semburan yang mulanya muncul di delapan titik berkurang menjadi tiga titik. Semburan lumpur dan air panas sepenuhnya berhenti pada Sabtu (23/3) dini hari.

"Subuh, sekitar pukul 02.00 WIB semburan air sudah berhenti. Hingga pagi tadi perlahan air sudah mulai surut, hanya tersisa lumpur warna abu-abu,” katanya.

Pakar geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Amien Widodo menyebut semburan air panas usai gempa di Bawean disebabkan retaknya lapisan batuan.

Menurutnya, fenomena yang terjadi di Desa Tambak, Pulau Bawean ini sebagai hal biasa. Daerah tersebut sebelumnya diguncang gempa magnitudo 6,5.

"Biasa. Energi gempa bisa meretakkan lapisan batuan sehingga air panas bisa merembes keluar," kata Amien dikutip Kompas.com.

Meskipun demikian, Amien menegaskan fenomena semburan itu tidak membahayakan masyarakat sekitar. 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU