> >

6 Fakta Sekeluarga Bunuh Diri di Jakut: Lompat dari Lantai 22, Ayah Sempat Cium Anak-Istri

Jabodetabek | 11 Maret 2024, 15:12 WIB
Kolase foto CCTV yang menunjukkan detik-detik empat orang dalam satu keluarga melompat dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/3/2024). (Sumber: Istimewa via Tribunnews)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Satu keluarga yang terdiri dari empat orang, tewas usai diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan, Tower Topas, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), Sabtu (9/3/2024).

Satu keluarga tersebut terdiri atas ayah berinisial EA (51), ibu AEL (50), dan dua anaknya yang berusia remaja yakni perempuan berinisial JL (15) dan laki-laki JWA (13).

"Keempat korban diduga melompat dari rooftop apartemen tersebut," kata Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya, Minggu (10/3).

Menurut penjelasannya, keempat jasad korban ditemukan petugas keamanan yang berjaga di lobi apartemen.

Saat itu, petugas keamanan mendengar ada suara dentuman keras dan langsung menghampiri sumber suara.

Petugas kemudian menemukan empat mayat yang telentang dan langsung melapor ke polisi.

Berikut fakta-fakta satu keluarga diduga bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan.

1. Sebelum Terjun, Ayah Cium Kening Anak dan Istri

Berdasarkan rekaman CCTV apartemen, terlihat satu keluarga tersebut datang ke apartemen menggunakan mobil sekitar pukul 16.02 WIB.

Mereka kemudian terlihat naik lift menuju lantai 21.

Kompol Agus menyebut EA terlihat sempat mencium kening istri dan anak-anaknya di dalam lift.

"Di dalam lift ini sudah saya rekam, pihak EA ini mencium-cium kening dari AEL, JWA, dan JL," ujarnya.

Setelah itu, kata Agus, giliran sang ibu, AEL, terlihat mengumpulkan handphone atau ponsel suaminya dan kedua anaknya.

"Kemudian pukul 16.05 WIB keluar dari lift di tangga 21, berdasarkan pantauan CCTV, dan naik ke tangga darurat untuk naik ke rooftop apartemen," ujarnya.

Agus mengatakan pada pukul 16.13 WIB, keempatnya jatuh bersamaan dari lantai 22.

2. Tangan Terikat

Kompol Agus mengatakan satu keluarga tersebut jatuh dari lantai 22 dengan kondisi tangan yang saling terikat. 

Sang ayah mengikatkan tangannya dengan sang anak perempuan, sementara sang ibu mengikat tangannya dengan tangan anaknya yang laki-laki.

"Pada saat terjatuh itu masih dalam kondisi EA dan JL terikat tangannya dengan tali yang sama, AEL terikat tali yang sama dengan JWA, ikatan tali tersebut mengikat," jelasnya.

Sementara dari hasil identifikasi Inafis, korban mengalami luka berat di bagian kepala, tangan, dan kaki.

Baca Juga: Psikolog Buka Suara soal Sekeluarga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 22 Apartemen Penjaringan

3. Apartemen Lama Tak Dihuni 

Polisi menyebut keluarga tersebut sudah lama tak menempati Apartemen Teluk Intan.

Kompol Agus mengatakan hal tersebut setelah terungkap usai memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Kompas.id


TERBARU