> >

Fakta Baru Pembunuhan Satu Keluarga di Penajam, Pelaku Sempat Hilangkan Barang Bukti di HP

Kalimantan | 9 Februari 2024, 08:00 WIB
Lokasi Kejadian. Rumah korban di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), tempat di mana korban sekeluarga dibunuh. (Sumber: Istimewa via Tribunnews.com)

PENAJAM PASER UTARA, KOMPAS.TV - Polres Penajam Paser Utara (PPU) telah menggelar proses rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga oleh siswa SMA berinisial JND (17) di Mapolres PPU, Rabu (7/2/2024).

Proses rekonstruksi ini memakan waktu cukup lama, yakni mulai pukul 16.00 hingga 20.00 Wita. Kasat Reskrim Polres PPU AKP Dian Kusnawan mengatakan bahwa terdapat 56 adegan yang diperagakan oleh JND.

Adegan tersebut dimulai dari ketika JND menenggak minuman keras bersama temannya, pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam, membunuh lima orang dalam satu keluarga, melakukan pemerkosaan, hingga melaporkan adanya pembunuhan ke Ketua RT setempat.

Baca Juga: 5 Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Penajam Paser Utara: Pelaku Mabuk, Sempat Perkosa 2 Mayat Korban

Sejumlah saksi turut hadir dalam rekonstruksi tersebut, termasuk Ketua RT, kakak JND, dan teman JND.

Dian mengatakan bahwa hasil rekonstruksi dinilai cocok dengan keterangan pelaku dan para saksi. Ia mengatakan bahwa rekonstruksi ini memakan waktu lama karena detail dari keterangan saksi harus didalami.

“Mohon maaf menunggu cukup lama karena kami memang upayakan ini sedetail mungkin,” ucap Dian, Rabu, seperti dikutip dari Tribun Kaltim.

Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa JND sempat berupaya menghilangkan barang bukti dengan cara merusak ponsel korban menggunakan parang lalu dibuang ke selokan.

Hal itu dilakukan lantaran ada sidik jarinya pada ponsel tersebut.

“Pernyataan awal sama dengan ini, dia beralasan untuk membuang barang bukti,” jelas Dian.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Gading-Persada

Sumber : Tribun Kaltim


TERBARU