> >

Pengakuan Danu Lihat Amalia Kepalanya Dibenturkan ke Dinding Usai Diperintah Yosep Ambilkan Golok

Jawa barat | 20 Oktober 2023, 17:06 WIB
Suasana terkini lokasi kejadian pembunuhan yang berlokasi di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (30/8/2021). (Sumber: TribunJabar.id)

SUBANG, KOMPAS.TV - M Ramdanu alias Danu, tersangka pembunuhan terhadap ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, mengaku kepada polisi sempat melihat peristiwa penganiayaan yang menimpa korban pada saat hari kejadian yakni Agustus 2021 silam.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Surawan.

Berdasarkan pengakuan Danu, kata Surawan, awalnya dia diperintahkan oleh tersangka Yosep untuk ditemani ke tempat kejadian perkara atau TKP atau rumah yang ditempati Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu.

Baca Juga: Pembunuh Ibu dan Adiknya di Subang Akhirnya Terungkap, Sang Anak Mengaku Bersyukur sekaligus Sedih

Diketahui, tersangka Yosep merupakan suami dari Tuti Suhartini yang juga ayah dari Amalia Mustika Ratu.

Setelah tiba di lokasi, lanjut Surawan, Yosep kemudian masuk ke dalam rumah korban. Sementara Danu diminta Yosep menunggu di luar rumah. Tak lama berselang, Yosep memerintahkan Danu mengambil golok.

"Dia (Danu) menunggu di garasi, kemudian diminta (Yosep) mengambil alat golok," kata Kombes Surawan seperti dikutip dari Kompas.com.

Setelah itu, Danu menyerahkan golok kepada Yosep. Danu tidak mengetahu lagi apa yang diperbuat Yosep di dalam rumah korban. 

Namun, tak lama kemudian, Danu mendengar teriakan dari dalam rumah. Surawan menyebut Danu kemudian berinisiatif masuk ke dalam rumah tersebut. Ternyata, teriakan itu adalah suara korban Amalia yang tengah dianiaya.

Baca Juga: Polisi Menduga Kuat Yosep dan Danu yang Bunuh Ibu dan Anak di Subang Pakai Alat Ini

"Setelah mendengar teriakan dari korban yang bernama Amel ini, kemudian dia (Danu) sempat masuk ke dalam dan melihat juga pelaku lain membenturkan kepala Amel ke dinding," ucap Surawan.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU